Purwadi juga meminta agar ruang publik disiapkan untuk menyampaikan sanggahan atas proses seleksi.
Ia mengingatkan tim seleksi agar memperketat persyaratan agar tidak menjadi ajang penampungan para eks pejabat pensiun, tim sukses, atau titipan partai politik.
“Kalau cuma jadi formalitas, lebih baik tunjuk langsung daripada pura-pura seleksi. Jangan sampai main kucing-kucingan. Jangan sampai ada dusta di antara kita,” ujarnya, seraya menyentil bahwa proses seleksi ini seharusnya dibuka lebar untuk masukan publik.
- Ari Askhara Eks Dirut Garuda Lamar Posisi Dirut BUMD Kaltim, Pernah Divonis Satu Tahun Bui Kasus Selundupan Onderdil Harley
- Hasil Seleksi Administrasi Direksi BUMD Kaltim 2025 Diumumkan, Edy Kurniawan Masuk Calon Dirut PT MMPKT
- Polda Kaltim Tangkap Penanggung Jawab Pembukaan Lahan Ilegal di KHDTK Unmul, Aktor Utama Masih Diburu
Nama Ari Askhara Berbuah Pertanyaan Publik, Pokja 30 Pertanyakan Etika dan Transparansi
Salah satu nama yang lolos seleksi adalah I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia yang pernah terjerat kasus penyelundupan Harley Davidson.
Keikutsertaan Ari menuai kritik dari Pokja 30. Koordinator Buyung Marajo menilai secara etika, Ari tak layak memimpin BUMD yang mengelola dana publik.
“Ini ironi. Orang yang pernah dihukum karena penyelundupan kini hendak pimpin perusahaan publik,” katanya.
Proses Seleksi Dinilai Gelap, Publik Tidak Dilibatkan
Pokja 30 juga menilai proses seleksi berlangsung tertutup dan tidak melibatkan masyarakat.
Tag



