ARUSBAWAH.CO - Pemilihan jajaran direksi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali jadi sorotan.
Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Purwadi Purwoharsojo menyuarakan keresahannya soal proses seleksi yang menurutnya jauh dari transparan.
Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan pada Minggu (13/7/2025), Purwadi menilai bahwa pola kerja tim seleksi terlihat seperti ajang “kedip mata” politik.
Ia mempertanyakan mengapa selalu muncul nama-nama lama dengan rekam jejak yang kontroversial.
“Sudah tidak ada orang yang lebih bersih dan profesional? Kenapa nama-nama bermasalah masih muncul?” katanya.
DPRD Kaltim Dinilai Bungkam, Dana Publik Jadi Taruhan
Tak hanya menyorot tim seleksi, Purwadi juga menyindir sikap DPRD Kaltim yang dianggap bungkam.
“Kenapa Karang Paci adem ayem saja? Seolah tidak tahu atau malah pura-pura tidak tahu,” ujarnya.
Ia menekankan, jabatan direksi BUMD bukan sekadar jabatan administratif, tetapi menyangkut pengelolaan dana publik yang bersumber dari APBD Kaltim.
“Perusda itu dibiayai dari uang rakyat. Kalau mahasiswa saja butuh SKCK untuk kerja, masa calon direksi bisa melenggang tanpa catatan?” kritiknya tajam.




