ARUSBAWAH.CO - Pertambangan di Kalimantan Timur tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga lingkungan dan masyarakat.
Perkumpulan PADI Indonesia Kaltim, lembaga yang concern pada isu pertanian, kehutanan, perikanan dan perkebunan menyoroti hilangnya keanekaragaman hayati akibat deforestasi dan degradasi hutan.
Kaltim menyimpan 38% cadangan nasional batu bara, dengan konsesi seluas 1,5 juta hektare, termasuk 29% berada di ekosistem hutan, serta 55.561 hektare hutan primer yang terdampak.
“Kerusakan hutan akibat pertambangan menyebabkan hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat adat, termasuk pertanian, perburuan, dan akses air bersih. Habitat satwa terganggu, konflik meningkat, dan identitas budaya terancam,” kata Among, Koordinator PADI Kaltim.
Kerusakan Ekologi Memperparah Ketidakadilan Sosial
Dampak pertambangan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memunculkan ketidakadilan sosial.
Masyarakat adat sering menjadi korban kriminalisasi ketika mempertahankan hak-hak mereka atas tanah dan hutan.
Tag



