ARUSBAWAH.CO - Hari Anti Korupsi biasanya diperingati dengan seminar dan slogan.
Namun bagi banyak warga di Kaltim yang hidup berdampingan dengan tambang, korupsi bukan teori—tetapi kenyataan yang setiap hari mereka hirup, injak, dan rasakan.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim mengingatkan: korupsi di sektor tambang bukan hanya merugikan negara, tapi merampas hidup masyarakat.
Korupsi yang Mengubah Hidup Orang Biasa
Di permukiman dekat konsesi batubara, cerita serupa berulang: kebun berubah jadi tambang, air sumur menghitam, dan lubang-lubang menganga menunggu korban berikutnya.
Mereka tidak pernah tahu bagaimana izin itu keluar, siapa yang membubuhkan tanda tangan, dan mengapa negara tidak melindungi mereka.
Yang mereka tahu hanya satu:
ketika korupsi terjadi di tambang, hidup mereka ikut dijual.
JATAM Kaltim menyebut praktik state capture tambang semakin kuat—perusahaan dan pejabat saling membutuhkan, saling menjaga.
Izin yang cacat prosedur, dana reklamasi yang hilang, hingga pembiaran tambang ilegal hanyalah sebagian kecil dari gambaran besar yang merugikan warga di garis depan.





