- Pokja 30 Wanti-wanti Pemprov, Tambah Anggaran Gratispol Jadi Rp1,4 Triliun Tanpa Evaluasi Sama Saja Mengulang Kaltim Cemerlang dan BKT
- Duit MBG Kaltim dari Pusat Sisa Rp8 Miliar, Rp42,6 Miliar Sudah Terserap tapi Layanan Belum Merata
- Data BPS Kaltim 2025 Ungkap Peta Perguruan Tinggi, Mahasiswa Terpusat di Samarinda dan Balikpapan!
Proyek Sudah 10 Tahun, Kenapa Terlambat?
Lebih jauh, Mufti mempertanyakan alasan di balik lambannya penyelesaian RDMP Balikpapan, proyek strategis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Padahal, RDMP bukan merupakan pembangunan kilang baru, melainkan perluasan kapasitas produksi hingga 100 ribu barel per hari.
“Ini sudah 10 tahun. Kita bukan bangun baru, hanya perluasan. Kenapa begitu susahnya?” kata Mufti.
Ia menekankan bahwa kebutuhan nasional terhadap BBM yang kian tinggi, ditambah besarnya beban subsidi negara, seharusnya menjadi pemicu utama bagi Pertamina untuk mempercepat modernisasi kilang.
Isu Mafia Migas Ikut Disinggung
Dalam sesi rapat, Mufti juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan RI Purbaya, yang sebelumnya menyebut adanya potensi hambatan internal dan dugaan permainan mafia migas.
“Jangan-jangan benar yang disampaikan Pak Purbaya. Kita ini kalah sama mafia. Pertamina sengaja malas-malasan agar kita bisa impor terus,” ucap Mufti.
Tag



