Gejala seperti sesak napas, nyeri dada, palpitasi, pingsan, atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, sering kali mendahului kematian jantung mendadak.
Tanda-tanda peringatan ini memberikan kesempatan untuk mencari pertolongan medis dan mengambil tindakan pencegahan.
Sayangnya, ada beberapa korban yang tidak mengalami gejala sebelumnya, sehingga serangan jantung mendadak menjadi indikasi pertama adanya masalah yang mendasarinya.
Dalam kasus seperti itu, riwayat keluarga dengan kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan mungkin menjadi satu-satunya petunjuk atau peringatan.
Sebelum melakukan olahraga berat atau kegiatan ketahanan, pemeriksaan pra-partisipasi sangatlah penting.
Mereka yang memiliki kondisi medis seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga penyakit jantung atau stroke harus berkonsultasi dengan dokter.
Individu yang merokok atau kelebihan berat badan juga mungkin berisiko lebih tinggi dan harus diperiksa untuk mengetahui masalah yang mendasarinya.
Pemeriksaan biasanya meliputi riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang komprehensif, elektrokardiogram untuk membaca aktivitas listrik jantung, ekokardiogram untuk mencari kelainan struktural, dan uji treadmill atau angiogram koroner CT untuk mendeteksi penyakit arteri koroner. (pra)
Tag



