Sebagai langkah awal, Pemprov Kaltim telah menunjuk Perusda Mahakam Bangun Sarana (MBS) untuk mengambil alih pengelolaan Hotel Atlet.
Namun, Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menilai langkah tersebut harus diikuti dengan strategi bisnis yang matang agar aset tidak kembali terbengkalai.
Ia menilai skema business to business (B to B) lebih ideal dibandingkan kerja sama langsung antara pemerintah dan pihak swasta.
Pola ini dinilai mampu menghadirkan profesionalitas dan fleksibilitas yang dibutuhkan hotel untuk berkembang.
“Kalau MBS menggandeng operator hotel yang benar-benar profesional, hasilnya pasti lebih maksimal. Banyak hotel milik pemerintah di Jakarta yang sukses setelah dikelola pihak ketiga,” jelasnya.
Hamas berharap model pengelolaan baru tersebut mampu menghadirkan manajemen yang lebih efisien, kompetitif, dan berorientasi bisnis.
Tag



