ARUSBAWAH.CO - Ketua dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kompak mengaku tidak mengetahui adanya belanja fasilitas ruang kerja dan rumah jabatan gubernur serta wakil gubernur yang disebut mencapai Rp25 miliar.
Pernyataan itu justru bertolak belakang dengan klaim Gubernur Rudy Mas’ud yang sebelumnya menyebut anggaran Rp25 miliar itu sudah dibahas bersama DPRD Kaltim.
Ketua DPRD Kaltim Akui Belum Tahu Anggaran Rp25 Miliar
Ketua DPRD Kaltim yang juga Ketua Banggar, Hasanuddin Mas’ud, mengaku dirinya belum mengetahui soal belanja Rp25 miliar untuk fasilitas gubernur dan wakil gubernur.
Pernyataan itu muncul saat ia dikonfirmasi wartawan terkait klaim Gubernur Rudy Mas’ud menyebut anggaran sudah melalui proses pembahasan di DPRD.
“Ah, saya enggak ikut itu. Saya belum menanyakan. Adakah? Nanti coba kita tanyalah. Baru lagi tuh,” kata Hasanuddin saat ditemui di depan pintu ruang kerjanya di kantor DPRD, Karang paci, Selasa (7/4/2026).
Hasan sapaan akrabnya juga mengaku secara kelembagaan maupun pribadi belum menerima informasi terkait anggaran Rp25 miliar itu.
“Saya juga belum tahu juga. Tapi nanti saya cek dululah. Kita tanya lagi kembali, berita terbaru buat saya itu,” ujarnya.
Hasan menyebut memang ada desas-desus terkait anggaran Rp25 miliar itu, namun ia belum mendalami lebih jauh.
“Memang ada desus-desus. Cuman saya belum terlalu ini ke sana,” katanya.
Baharuddin Demmu Bantah Anggaran Dibahas di DPRD
Pernyataan serupa juga disampaikan anggota Banggar DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu.
Demmu secara tegas membantah klaim gubernur yang menyebut anggaran Rp25 miliar itu sudah dibahas bersama DPRD.
Menurut Demmu, selama dirinya mengikuti pembahasan anggaran, tidak pernah ada agenda khusus yang membahas belanja fasilitas ruang kerja dan rumah jabatan gubernur serta wakil gubernur dengan nilai sebesar itu.
Tag



