ARUSBAWAH.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan masih memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang memarkir kendaraan di bahu Jalan MT Haryono.
Namun, kebijakan tersebut diterapkan dengan batasan waktu tertentu sambil menunggu selesainya pembangunan kantong parkir baru di kawasan tersebut.
Pemerintah kota berupaya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan utama yang padat kendaraan itu.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurahman, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan masa sosialisasi selama 30 hari.
Dalam waktu tersebut, Dishub juga mempersiapkan pemasangan berbagai rambu lalu lintas di sepanjang Jalan MT Haryono, yang masuk dalam Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).
“Sosialisasi sudah berjalan, dan rambu-rambu sedang dikerjakan. Setelah semuanya terpasang, pengendara yang melanggar aturan parkir akan dikenai sanksi,” jelasnya.
Menurut Fadli, masyarakat masih diperbolehkan memarkir kendaraan di bahu jalan pada malam hingga pagi hari, yaitu pukul 20.00 malam sampai 06.00 pagi.
Ketentuan ini sama seperti yang diterapkan di kawasan Ruhui Rahayu. Dishub juga tengah menyusun aturan tambahan agar kendaraan bisa parkir di waktu sore tanpa menghambat arus lalu lintas.
“Akan ada jam tertentu di mana masyarakat bisa parkir sementara di bahu jalan, misalnya malam hari pukul 20.00 sampai 06.00 pagi. Untuk sore nanti akan kami susun,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan lahan, Dishub menyiapkan dua kantong parkir alternatif, masing-masing di kawasan Citra City dan area samping Mie Gacoan. Kedua titik ini ditargetkan mampu menampung hingga 300 kendaraan roda empat.
“Kami sudah kirim surat dan berkoordinasi dengan manajemen Citra City. Setelah disetujui, dua titik itu bisa langsung digunakan sebagai kantong parkir,” terangnya.
Dishub juga menugaskan 219 juru parkir binaan guna menjaga ketertiban dan mencegah pungutan liar di lapangan. Fadli menegaskan pihaknya akan terus memantau kinerja para juru parkir agar sistem parkir di Balikpapan berjalan tertib, aman, dan transparan.
“Kami ingin memastikan jukir binaan bekerja efektif dan tidak ada pungli. Ke depan sistem parkir akan lebih tertib dan aman,” tuturnya. (adv)




