Arus Publik

Kelompok Tani Loa Bakung Keberatan Patok Lahan oleh Perusahaan Tambang

Konflik Lahan Antara Kelompok Tani dan Perusahaan

Minggu, 28 September 2025 16:24

BANNER - Plang banner yang difoto Kelompok Tani Karya Beringin Raya dan dikirimkan ke redaksi Arusbawah.co/ HO

ARUSBAWAH.CO -  Persoalan sengketa lahan mencuat di Samarinda.

Kelompok Tani Karya Beringin Raya yang berada di Kelurahan Loa Bakung, Kota Samarinda, menyatakan keberatan atas pemasangan patok yang dilakukan oleh pihak perusahaan tambang di area yang mereka klaim sebagai lahan garapan kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Karya Beringin Raya, Jawa Nikolaus, menyampaikan langsung keluhan ini kepada redaksi Arusbawah.co pada Sabtu (27/09/2025).4

Ia menuturkan bahwa kelompok tani sudah lama menguasai lahan tersebut sejak tahun 1981.

"Dan tanah dikuasai oleh kelompok tani Karya Beringin Raya. Tahun 1985 perusahaan tambang Bukit Baiduri Energi (BBE) masuk. Mereka membuka jalan untuk hauling dan segala macam, termasuk di lahan garapan anggota kelompok tani Karya Beringin Raya," jelasnya.

Kronologi Konflik Lahan Menurut Kelompok Tani 

Menurut Jawa Nikolaus, pada awalnya perusahaan tambang hanya memberikan kompensasi berupa uang lelah kepada warga yang lahannya terkena jalan hauling.

Namun, situasi berubah sejak tiga bulan terakhir.

"Tiga bulan lalu. tiba-tiba ada klaim sepihak dari PT BBE, yang mengaku bahwa mereka punya tanah yang mereka beli dari kelompok tani. Katanya demikian sekitar 2 hektar. Tapi itu pengakuan mereka, kami tak pernah ditunjukkan jual belinya. Tidak ada kami ditunjukkan (bukti jual beli)," ucapnya.

Situasi perdebatan soal lahan ini juga kembali terulang ketika pada 23–24 September 2025, perusahaan bersama aparat datang ke lokasi.

"Lalu 23 - 24 September ini, mereka datang, dengan membawa aparat, ada polisi, tentara, Brimob. Saat itu, saya dan kelompok tani sedang melakukan pematangan lahan. Komplain, bahwa itu adalah tanah mereka. Terus saya bilang, ya kalau ini tanah kamu (perusahaan) tolong tunjukkan surat-suratnya. Jual belinya," lanjutnya.

Ia juga menegaskan keberatan atas patok dan plang yang kembali dipasang perusahaan pada Sabtu siang lalu. 

Tag

MORE