Advertorial

DPRD Samarinda

Kasus Penembakan Rusel Masih Mandek, DPRD Samarinda Desak Aparat Bertindak

Kamis, 26 Juni 2025 16:54

MENJELASKAN - Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/ IST

ARUSBAWAH.CO -  Belum adanya kejelasan tindak lanjut terkait dugaan kasus kekerasan di Paser, membuat Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, bersuara. 

Ia mendorong aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus penembakan Rusel (60), warga Desa Muara Kate, Kabupaten Paser, yang sudah delapan bulan tanpa kejelasan.

“Ini soal rasa keadilan. Jangan biarkan masyarakat makin apatis terhadap hukum karena kasus seperti ini dibiarkan berlarut-larut,” ucap Iswandi kepada awak media, Kamis (26/6/2025).

Tragedi yang merenggut nyawa Rusel telah memicu keresahan luas.

Meski sebelumnya Wakil Presiden RI sempat mengunjungi keluarga korban dan menjanjikan pengawalan terhadap proses hukum, hingga kini belum ada tindak lanjut signifikan.

Ketiadaan kepastian hukum itu memicu aksi warga menutup akses jalan hauling batu bara yang melintas di desa mereka.

Menurut Iswandi, protes warga mencerminkan bentuk perlawanan terhadap ketimpangan dan ketidakadilan struktural.

“Ketika suara rakyat tidak didengar, mereka terpaksa bicara dengan cara yang lebih keras. Ini bentuk frustrasi,” katanya.

Penutupan jalan tambang yang telah berlangsung selama beberapa bulan, bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga simbol perlawanan atas dampak lingkungan dan sosial yang mereka tanggung bertahun-tahun. Debu, kebisingan, jalan rusak, hingga kini berujung pada kehilangan nyawa.

Iswandi menilai media memiliki peran strategis untuk terus mengangkat kasus ini agar tidak dilupakan.

“Kalau media diam, ini akan jadi salah satu dari sekian banyak kasus yang tenggelam. Kita perlu tekanan publik,” ujarnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk tidak memandang tragedi Rusel sebagai insiden semata, melainkan sebagai cermin lemahnya keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.

“Negara harus hadir, bukan hanya lewat retorika, tapi dengan langkah nyata. Warga tidak boleh terus-menerus jadi korban,” tegas Iswandi. (adv)

Tag

MORE