Arus Publik

Kasus Hilangnya Motor Mahasiswa Samarinda: Kendaraan Ternyata Hasil Kredit Sebelum Kuliah dan Cicilan Masih Tersisa 7 Bulan

Derita Mahasiswa motor hilang, cicilan belum lunas

Sabtu, 23 Mei 2026 21:54

Muhammad Nazmin, mahasiswa perantau di Samarinda yang kehilangan motor hingga aktivitas kuliahnya terganggu. (Istimewa)

ARUSBAWAH.CO -  Nasib pilu menimpa Muhammad Nazmin, seorang mahasiswa perantau di Samarinda yang harus kehilangan sepeda motornya sejak lima bulan lalu. 

Di tengah ketidakpastian hukum yang dihadapinya, Nazmin kini harus menanggung beban hidup demi bisa bertahan kuliah di perantauan.

Dalam keterangannya pada Sabtu (23/5), Nazmin mengungkapkan bahwa motor yang hilang sejak akhir tahun lalu tersebut dibeli secara kredit dengan penuh perjuangan, yang kini justru menyisakan beban cicilan bagi keluarganya.

Hasil Kerja Sebelum Kuliah dan Ironi Sisa Cicilan Kredit

Motor tersebut dibeli secara kredit di salah satu dealer di Kota Sangatta pada tahun 2024 lalu. 

Nazmin menceritakan bahwa kendaraan tersebut bukan barang mewah pemberian orang tua, melainkan hasil keringatnya sendiri. 

Sebelum masuk kuliah, Nazmin memilih untuk bekerja terlebih dahulu agar bisa membeli motor untuk transportasi harian.

“Itu motor pas sebelum saya kuliah, saya kerja dulu buat beli itu motor,” kata Nazmin.

Seluruh uang cicilan pada tahun pertama dibayar sendiri oleh Nazmin dari hasil kerjanya. 

Setelah memasuki tahun kedua dan dirinya mulai fokus kuliah, barulah pembayaran bulanan dibantu oleh orang tuanya.

Ironisnya, di saat motor itu sudah mau lunas, motornya malah dicuri maling. 

Nazmin menyebutkan, hingga hari ini saat motornya belum tahu ada di mana, cicilan motor itu ternyata belum lunas dan masih harus terus dibayar oleh orang tuanya di kampung.

“Kayanya tinggal tujuh bulan kayaknya lagi,” tambah Nazmin.

Melihat kondisi motor yang hilang dan belum ada kejelasan, orang tua Nazmin bahkan sempat berniat mengklaim asuransi ke pihak dealer karena takut sepeda motor tersebut tidak akan pernah kembali lagi.

Dampak Finansial dan Akademik di Perantauan

Tag

MORE