Advertorial

DPRD Kaltim

Karang Mumus dan Mahakam Jadi Prioritas Pengendalian Banjir

Karang Mumus dan Mahakam Jadi Prioritas

Rabu, 3 Desember 2025 16:49

PENANGANGAN BANJIR - Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi/ Foto: Kolase Arusbawah

ARUSBAWAH.CO - Penanganan banjir di Kota Samarinda kini dianggap tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.

DPRD Kalimantan Timur menekankan bahwa upaya pengendalian harus melibatkan seluruh aliran sungai, mulai dari hulu hingga hilir. 

Fokus utama tertuju pada Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi sumber genangan terbesar di kota tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menjelaskan bahwa masing-masing sungai memiliki karakteristik masalah yang berbeda, namun keduanya sama-sama memerlukan intervensi teknis yang konsisten serta dukungan anggaran memadai. 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kota menjadi faktor penting agar program penanganan banjir tidak berjalan secara terpisah.

“Dua-duanya prioritas, tapi untuk Karang Mumus lebih utama karena banjir di sana paling berdampak ke pemukiman dan aktivitas warga,” ungkap Subandi. 

Ia menambahkan bahwa Sungai Karang Mumus membutuhkan perhatian segera karena sedimentasi yang menumpuk dan aliran air yang tidak terkendali sering menimbulkan luapan besar di kawasan pemukiman.

Berbagai program seperti pengerukan dasar sungai, pembangunan folder, dan penataan alur air harus dijalankan secara bertahap dan terukur.

“Pengaturan dari hulu penting karena air yang keluar dari Karang Mumus harus diatur agar tidak langsung membanjiri Samarinda,” lanjutnya. 

Sementara itu, Sungai Mahakam menghadapi permasalahan berbeda. Tingginya sedimentasi tidak hanya menurunkan kapasitas sungai tetapi juga mengganggu aktivitas transportasi air. 

Namun, kebutuhan anggaran untuk pengerukan Mahakam lebih besar, sehingga penanganannya harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Pengurangan sedimentasi di Mahakam memang penting, tapi cost-nya lebih tinggi. Solusinya tetap dilakukan, tapi harus disesuaikan kemampuan anggaran,” jelas Subandi. 

DPRD menilai pendekatan yang paling efektif adalah menata hulu dan hilir secara bersamaan, dengan mempertimbangkan kajian teknis dan prioritas risiko banjir

Pola ini diharapkan tidak hanya mengatasi genangan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan Kota Samarinda dalam jangka panjang.

“Intinya, kedua proyek penting, dan penanganan harus seimbang antara Karang Mumus dan Mahakam agar dampak banjir bisa diminimalkan,” pungkas Subandi. (adv)

Tag

MORE