Advertorial

Diskominfo Kalimantan Timur

Kaltim Punya 272 Klinik untuk Perangi HIV/AIDS, Periksa hingga Obat Semua Gratis

Senin, 1 Desember 2025 11:29

PEMPROV KALTIM - Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin (Kolase: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam memerangi HIV/AIDS dengan memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke seluruh kabupaten/kota.

Saat ini, sebanyak 272 fasilitas kesehatan telah disiapkan untuk memberikan layanan pemeriksaan, konseling, hingga pengobatan HIV secara gratis, termasuk terapi antiretroviral (ARV).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa langkah ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan deteksi dini dan pengobatan, sekaligus menekan angka penularan HIV di daerah tersebut.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa layanan HIV sekarang jauh lebih mudah diakses. Konsultasi, pemeriksaan, hingga obat ARV tersedia gratis di 272 klinik yang tersebar di seluruh Kaltim,” ungkap Jaya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Senin (1/12/2025).

Seluruh layanan ini terintegrasi melalui jejaring klinik Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDB) yang mencakup puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, hingga praktik mandiri.

Dengan begitu, masyarakat dari kawasan perkotaan hingga pedesaan dapat memperoleh layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

“Semua fasilitas ini siap memberikan konsultasi, pemeriksaan, dan terapi ARV. Jika pasien memiliki penyakit penyerta, penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” jelasnya.

Sepanjang tahun ini, Dinas Kesehatan Kaltim telah melakukan pemeriksaan HIV kepada 4.681 orang sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi.

Jaya menegaskan semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang efektif serta mengurangi risiko penularan.

“Pemeriksaan HIV gratis, obatnya juga gratis. Tinggal kemauan masyarakat untuk memeriksakan diri,” tegasnya.

Melalui ketersediaan layanan gratis dan terjangkau ini, Pemprov Kaltim berharap hambatan finansial maupun stigma masyarakat terhadap HIV/AIDS semakin berkurang.

Akses yang mudah terhadap ARV juga memungkinkan ODHA tetap sehat, produktif, dan menjalani aktivitas seperti biasa.

“Dengan layanan yang semakin merata, ODHA bisa hidup normal, bekerja, dan tetap produktif tanpa khawatir menularkan virus,” tambah Jaya.

Pemprov Kaltim menargetkan kombinasi antara akses layanan yang luas, pemeriksaan rutin, dan terapi ARV gratis dapat mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini serta disiplin dalam pengobatan, sekaligus mengurangi stigma HIV/AIDS.

“Kami ingin membangun masyarakat yang lebih peduli, sadar, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain,” tutup Jaya.

(adv)

Tag

MORE