ARUSBAWAH.CO - Pemprov Kalimantan Timur mulai memanfaatkan 14 ribu hektare lahan rawa produktif pada 2025 untuk mendukung ketahanan pangan dan hilirisasi industri pertanian melalui program Jospol.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas areal tanam dengan teknologi pertanian modern.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyatakan Optimalisasi Lahan (Oplah) adalah upaya strategis guna memperkuat kapasitas produksi pangan daerah.
“Inisiatif ini menunjukkan kesiapan Kaltim berperan sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional,” ucapnya, Selasa (25/11/2025).
Wilayah prioritas yang masuk program Oplah meliputi Penajam Paser Utara 5.896 hektare, Paser 3.150 hektare, Kutai Kartanegara 2.392 hektare, Kutai Timur 1.200 hektare, Berau 895 hektare, dan Samarinda 440 hektare.
Mayoritas lahan merupakan rawa pasang surut dan rawa lebak yang sebelumnya tidak memungkinkan penanaman dua kali dalam setahun.
Tag



