ARUSBAWAH.CO - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat pengembangan sektor peternakan sekaligus kesehatan hewan di wilayah Kukar.
Penandatanganan ini berlangsung di ruang rapat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim pada Selasa (5/8/2025), sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama Gubernur Kaltim dan Bupati Kukar yang sebelumnya diteken pada 25 Juni 2025.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Nasional (RPJMDN).
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menuturkan bahwa ruang lingkup kerja sama ini sangat luas, mulai dari peningkatan produksi peternakan, pengendalian penyakit hewan, hingga langkah preventif maupun pemberantasan penyakit.
“Selama ini sinergi sudah terjalin, tapi dengan adanya PKS, kerja sama kita kini punya landasan hukum yang jelas. Ini akan semakin mengoptimalkan program peternakan dan kesehatan hewan,” ujar Taufik, Rabu (6/8/2025).
Ia menambahkan, kolaborasi ini akan mempermudah sinkronisasi program antara provinsi dan kabupaten, baik dari sisi pendanaan, pelaksanaan teknis, maupun penyediaan infrastruktur pendukung seperti laboratorium dan sarana kesehatan hewan.
Salah satu bentuk dukungan konkret dari Pemprov Kaltim adalah penyediaan laboratorium kesehatan hewan untuk uji penyakit, serta fasilitasi sertifikasi halal rumah potong hewan (RPH) di Kukar, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Contohnya, pengadaan ternak di Kukar bisa difasilitasi provinsi melalui dukungan kelembagaan maupun sarana. Dengan begitu, target produksi peternakan bisa lebih cepat tercapai,” jelasnya.
Distanak Kukar sendiri menargetkan peningkatan produksi daging ternak besar, ternak sedang, ternak kecil, hingga telur.
Penandatanganan PKS ini diyakini menjadi langkah strategis menuju pembangunan peternakan berkelanjutan yang berbasis kolaborasi lintas pemerintah daerah.
Taufik berharap implementasi kerja sama ini tidak hanya memperkuat sektor peternakan, tetapi juga membawa dampak nyata pada kesejahteraan peternak lokal sekaligus memperkokoh ketahanan pangan hewani di Kukar.
“Dengan sinergi yang lebih solid, kami yakin program-program ini bisa berjalan lebih efektif dan efisien sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (adv)




