ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) resmi mempererat hubungan kerja sama demi mendorong pembangunan, terutama di kawasan yang saling berbatasan.
Kesepakatan itu disahkan melalui penandatanganan dokumen bersama antara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, yang berlangsung di Ruang Lotus Swiss Bell Hotel Tarakan, Kaltara, pada Kamis.
Langkah ini diambil untuk mengatasi hambatan pembangunan di perbatasan, yang selama ini terkendala minimnya infrastruktur memadai.
Rudy Mas’ud menuturkan bahwa jalan penghubung di wilayah perbatasan kedua provinsi sebagian besar masih berupa tanah dan belum tersentuh pengaspalan.
“Kami yakin kolaborasi ini akan membawa perubahan nyata dan membuka peluang ekonomi baru demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, upaya bersama sangat diperlukan untuk meyakinkan pemerintah pusat agar lebih fokus membenahi jalur strategis tersebut.
Menurutnya, kawasan perbatasan tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga sebagai penegasan kedaulatan negara.
Rudy menyebut pihaknya telah melakukan perbaikan jalan dari Kabupaten Mahakam Ulu menuju Kabupaten Malinau di Kaltara.
“Dulu akses jalan Mahulu menuju Malinau kurang lebih seminggu baru bisa tembus. Hari ini kurang lebih dua jam,” ujar Gubernur Kaltim.
Rudy juga mengingatkan pentingnya melindungi ruas jalan Berau (Kaltim)–Bulungan (Kaltara) dari kerusakan akibat kendaraan ODOL (over dimension over load).
"Saya mengajak untuk menjaga akses jalan tersebut dengan segera membangun jembatan timbang demi mencegah angkutan ODOL, seperti angkutan alat berat yang bisa merusak jalan tersebut," kata Gubernur Kaltim pula.
Di sisi lain, Zainal Paliwang menyambut positif inisiatif Kaltim yang dinilainya bergerak cepat dalam membangun infrastruktur.
Ia menegaskan, meskipun Kaltara telah menjadi provinsi tersendiri sejak 2012, hubungan baik dengan Kaltim tetap terjaga.
“Terima kasih kepada Gubernur Kaltim atas gerak cepatnya. Kalau dulu menembus jalan perbatasan bisa memakan waktu berminggu-minggu, kini jauh lebih singkat,” tutur Zainal Paliwang lagi.
Zainal menilai tantangan pembangunan semakin kompleks sehingga kerja sama antardaerah mutlak diperlukan.
“Semoga kerja sama ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia,” ujar Gubernur Kaltara tersebut. (adv)




