Arus Publik

JATAM Kaltim soal Banjir di Berau, Sebut Data soal 94 Konsesi Tambang! 20 Diantaranya di Hulu Sungai Kelai

Senin, 15 Desember 2025 10:44

POTRET - Dinamisator Jatam Kaltim, Mustari Sihombing/ IG @mustari_sihombing

Dua sungai ini menjadi sumber air utama masyarakat Berau.

Aktivitas tambang di sempadan sungai menyebabkan hilangnya vegetasi penahan erosi, meningkatnya sedimentasi, serta menurunnya kemampuan tanah menyerap air.

“Kalau sempadan sungai dibuka untuk tambang, maka air tidak lagi tertahan di hulu. Begitu hujan, air langsung turun ke hilir dan membanjiri pemukiman warga,” ujar Mustari.

Kerusakan Hulu Sungai Dinilai Jadi Pemicu Utama Banjir

Temuan JATAM menunjukkan tujuh dari 20 konsesi tersebut berada di hulu Sungai Kelai.

Kawasan hulu disebut sebagai kunci sistem hidrologi Berau.

Kerusakan di wilayah ini dinilai sebagai pemicu utama banjir yang terus berulang.

“Hulu sungai itu benteng terakhir. Kalau hulu dihancurkan, jangan heran banjir datang terus dan makin parah setiap tahun,” kata Mustari.

Bentangan Konsesi Tambang Membelah Ruang Hidup Warga

PT Berau Coal tercatat sebagai satu-satunya perusahaan tambang batubara berstatus PKP2B di Berau.

Konsesinya semula mencapai 118.400 hektare dan pada 2025 dipangkas menjadi 78.004 hektare.

Meski dipangkas, wilayah konsesi tersebut masih membentang dari hulu Sungai Kelai hingga Sungai Segah.

JATAM menyebut bentangan konsesi itu membelah ruang hidup masyarakat.

Tag

MORE