ARUSBAWAH.CO - Duka kembali menyelimuti kota Samarinda.
Seorang pria bernama Mustofa (38) warga Jalan Giri Mukti, Tanah Merah, Samarinda Utara, tewas tenggelam di lubang bekas tambang batubara pada Jumat (12/9/2025) sore.
Peristiwa itu terjadi saat Mustofa bersama empat temannya bermain perahu mainan (RC boat) di kolam bekas tambang yang disampaikan pihak Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim adalah milik Koperasi Putra Mahakam Mandiri (KSU PUMMA) di Jalan Merapi, Tanah Merah.
Lokasinya tepat di belakang Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda dan hanya selemparan batu dari permukiman warga.
Ketika perahunya macet di tengah kolam, Mustofa berenang untuk mengambilnya.
Namun setelah menempuh sekitar 10 meter dari tepi lubang, ia diduga kelelahan dan akhirnya tenggelam.
Warga sempat berupaya menolong, tetapi jenazah Mustofa baru ditemukan sekitar pukul 19.00 Wita dengan cara sederhana menggunakan kail pancing yang tersangkut di tubuhnya.
Lubang Tambang Ditinggal 10 Tahun, Tanpa Pagar dan Peringatan
Keterangan dari Jatam Kaltim, lubang tempat Mustofa meregang nyawa diperkirakan sedalam 30–40 meter dan telah ditinggalkan lebih dari 10 tahun.
Warga menyebut dulu perusahaan berjanji akan mengembalikan lahan ke kondisi semula agar bisa dipakai berkebun, tapi janji itu tak pernah ditepati.
Hingga kini, lubang itu tetap menganga.
Tak ada pagar, tak ada papan peringatan bahaya, dan tak ada tanda-tanda upaya reklamasi dari perusahaan.
Akibatnya, kawasan itu kerap menjadi tempat bermain anak-anak dan aktivitas warga sekitar.
“Yang menjaga justru warga pemilik kebun. Mereka yang khawatir anak-anak main ke situ, padahal itu tanggung jawab perusahaan dan pemerintah,” kata salah satu warga Tanah Merah kepada tim Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim.




