Meski begitu, Andi tetap mengingatkan perlunya pertimbangan anggaran dan kelayakan teknis.
“APBD 2026 cukup terbatas, jadi setiap rencana harus realistis dan disesuaikan dengan prioritas. Namun kami tetap mendukung upaya memastikan anak-anak dapat bersekolah tanpa terbebani jarak jauh,” ujarnya.
Aspirasi masyarakat Kukar, lanjutnya, akan terus diperjuangkan agar masuk dalam roadmap pendidikan provinsi.
“Kami ingin setiap anak di Kaltim mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara, tanpa harus menempuh perjalanan ekstrem setiap hari,” tutup Andi.
(adv)
Tag



