Jalan lingkar tersebut, katanya, bukan sekadar solusi atas persoalan lalu lintas, tapi juga bisa menjadi pemacu pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PAD kita selama ini masih rendah, padahal potensi wisata begitu besar. Kalau akses jalan dibenahi, maka sektor ekonomi kreatif dan wisata lokal akan ikut bergerak,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas PUPR Kota Bontang telah mulai mempersiapkan langkah awal pembangunan melalui penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
Proyek ini diperkirakan membutuhkan lahan seluas 5,5 hektare dan anggaran sekitar Rp17 miliar.
Panjang jalan yang akan dibangun dari Tanjung Laut Indah ke Bontang Kuala diproyeksikan mencapai 2,8 kilometer.
Meski jadwal pembangunan belum ditetapkan, dorongan dari DPRD Kaltim diharapkan mampu mempercepat proses lintas sektor, sekaligus membuka peluang pembiayaan dari APBD provinsi.
Pemerintah Kota Bontang pun menyambut baik dukungan ini dan menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan proyek jalan lingkar ke dalam dokumen perencanaan pembangunan resmi daerah. (adv)
Tag



