ARUSBAWAH.CO - Rencana perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali mundur dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pemprov Kaltim awalnya menargetkan rotasi dapat dimulai pada akhir Oktober 2025, namun perkembangan terbaru menunjukkan proses itu baru akan bergerak pada Desember 2025.
Penundaan ini memunculkan perhatian publik, terutama karena rotasi pejabat merupakan bagian dari evaluasi kinerja dan penyegaran struktur birokrasi yang dinilai penting untuk memperkuat efektivitas pemerintahan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, meminta seluruh pihak memahami kondisi yang dihadapi pemerintah saat ini dan tidak tergesa-gesa menunggu hasil final.
Ia menjelaskan bahwa beberapa tahapan fundamental masih harus dirampungkan sebelum rotasi bisa dilakukan.
“Sabar, kita lagi menyusun sekarang ini, pertama menyusun anggaran untuk 2026 dan yang paling utama adalah pertanggung jawaban,” terang Gubernur Rudy Masud, Senin (1/12/2025) di Samarinda.
Rudy menyebut bahwa penyelesaian laporan keuangan, evaluasi kinerja tahunan, dan berbagai dokumen pertanggungjawaban lainnya menjadi fokus utama pemerintah.
Seluruh administrasi tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak mengganggu siklus akhir tahun dan memastikan rotasi berjalan sesuai aturan.
Setelah rangkaian kewajiban itu selesai, barulah pemerintah dapat beralih ke tahap pengisian jabatan.
Ia menegaskan bahwa proses rotasi akan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni perpindahan internal dan seleksi terbuka (selter) untuk kursi jabatan strategis di sejumlah organisasi perangkat daerah.
Rudy menuturkan bahwa pemerintahan daerah saat ini sedang berkonsentrasi menuntaskan agenda akhir tahun.
“Kita selesaikan dulu, kita lagi konsentrasi untuk di akhir tahun ini, selesai itu, baru kita mulai dengan yang baru,” jelasnya.
Terkait dugaan praktik transaksional yang kerap mencuat setiap ada proses rotasi pejabat, Rudy Masud memberikan penegasan keras bahwa hal tersebut tidak terjadi dalam mekanisme yang sedang dipersiapkan pemerintah.
Ia menekankan bahwa standar utama yang digunakan ialah profesionalisme, kapasitas, dan rekam jejak pejabat.
Ketika ditanya apakah pengumuman hasil rotasi akan berlangsung pada Januari 2026, Rudy hanya memberikan keterangan singkat.
“Selambat-lambatnya,” tuturnya.
Setelah itu, Rudy menambahkan bahwa seluruh proses akan diumumkan secara terbuka begitu tahapan internal dinyatakan selesai dan siap diumumkan ke publik. (adv)




