Arus Publik

ITK Buka Prodi Baru 2026, 2 Diantaranya Hadir Perkuat Pendidikan Vokasi Maritim untuk Dukung IKN

(ITK) resmi membuka 3 program studi terbaru tahun akademik 2026

SAMARINDA - Institut Teknologi Kalimantan Timur / Foto: old.itk.ac.id

ARUSBAWAH.CO - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) membuka tiga program studi baru untuk tahun akademik 2026, dengan dua di antaranya menyasar langsung sektor maritim: Teknik Transportasi Laut dan Teknik Sistem Perkapalan.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi ITK sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membutuhkan sistem transportasi laut, sungai, dan logistik modern.

Teknik Transportasi Laut, Prodi Pertama di Kalimantan

ITK membuka Program Studi S-1 Teknik Transportasi Laut mulai tahun akademik 2026 sebagai program studi pertama yang ada di Pulau Kalimantan, menjawab kebutuhan strategis pengembangan sektor maritim Indonesia.

Pembukaan prodi ini sejalan dengan visi pemerintah memperkuat poros maritim nasional, terutama dengan hadirnya IKN di Kalimantan Timur yang membutuhkan sistem transportasi laut, sungai, dan logistik yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dari sisi kurikulum, prodi ini berfokus pada manajemen transportasi perairan, pelabuhan, dan logistik maritim, termasuk aspek investasi, asuransi, dan kelayakan usaha di sektor maritim.

Pendekatan pembelajarannya pun dirancang aplikatif.

Melalui konsep living laboratory, mahasiswa dapat belajar langsung di lingkungan pelabuhan dan jalur pelayaran strategis di Kalimantan Timur, sekaligus dikenalkan pada digitalisasi dan otomasi sistem maritim.

Soal prospek karier, lulusan berpeluang berkarier di sektor pelayaran, kepelabuhanan, galangan kapal, hingga instansi pemerintah seperti Kementerian Perhubungan, Pelindo, ASDP, Pelni, dan Otorita IKN.

Teknik Sistem Perkapalan, Jawab Tantangan Industri Maritim Berkelanjutan

Selain Teknik Transportasi Laut, ITK juga membuka Program Studi S-1 Teknik Sistem Perkapalan.

Prodi ini hadir untuk menjawab kebutuhan industri maritim yang semakin kompleks, khususnya dalam menghadapi isu keberlanjutan, digitalisasi, dan transisi energi maritim.

Secara legalitas, Program Studi Teknik Sistem Perkapalan ITK telah resmi memperoleh izin pendirian Nomor 1092/B/0/2025 dan dirancang mencetak lulusan dengan kompetensi kuat pada desain, operasi, serta sistem pendukung perkapalan, sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri nasional.

Dari sisi materi ajar, kurikulum prodi ini menekankan penguasaan sistem permesinan kapal, sistem perpipaan, hingga aspek inspeksi dan keselamatan kapal.

Bagi lulusannya, peluang karier terbuka luas.

Para lulusan siap berkarier sebagai design engineer, project engineer, surveyor, konsultan maritim, maupun wirausaha di sektor perkapalan.

Kedua prodi maritim baru ini menjadi pelengkap dari fondasi pendidikan teknologi kemaritiman yang sudah lebih dulu dirintis ITK.

Program studi Teknik Perkapalan sendiri telah memulai proses perkuliahan sejak 2012 dengan 20 mahasiswa pertama melalui jalur Seleksi Masuk ITK (SMITeK), sementara izin pembukaan Program Studi Teknik Kelautan jenjang sarjana telah diperoleh berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 338/KPT/I/2017.

Kedua program studi maritim baru ini bernaung di bawah Fakultas Pembangunan Berkelanjutan (FPB) ITK, yang fokus pada pendidikan dan riset di bidang teknologi kemaritiman, teknik lingkungan, serta teknik sipil dan perencanaan.

Dengan dibukanya dua prodi maritim baru ini, ITK semakin menegaskan perannya sebagai pusat pencetak sumber daya manusia unggul di bidang kemaritiman, sejalan dengan kebutuhan pembangunan IKN dan penguatan poros maritim Indonesia dari Kalimantan Timur. ​​​​​​​​​​​​​​​​(jay)

Tag

MORE