Bahkan, delegasi Brunei dijadwalkan kembali dua hingga tiga minggu mendatang untuk meninjau langsung kawasan potensial.
“Mereka akan kembali untuk memastikan lokasi investasi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” harap Seno.
Terkait kesiapan infrastruktur, Pemprov Kaltim menawarkan beberapa kawasan prioritas.
Ada tiga lokasi yang masuk radar investor, yakni di Kutai Timur, Kariangau, dan Buluminung.
Meski begitu, potensi hilirisasi tidak terbatas di sana, melainkan juga meluas hingga Muara Badak dan Bontang.
Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, Pemprov Kaltim memastikan dukungan penuh bagi investasi ini.
“Ketersediaan bahan baku sangat cukup, dan kita prioritaskan bagi mereka,” tegas Seno.
Kehadiran investor Brunei menjadi sinyal positif bagi Kaltim dalam memperkuat posisi sebagai pusat hilirisasi sekaligus penopang ekonomi berkelanjutan. (adv)
Tag



