ARUSBAWAH.CO - Pendanaan startup di Indonesia hingga kini masih didominasi oleh investor asing.
Kondisi tersebut menunjukkan ekosistem pembiayaan perusahaan rintisan nasional masih bergantung pada sumber modal dari luar negeri.
Hal itu terungkap dalam Naskah Akademik Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia yang menyebut keterlibatan investor domestik dalam industri modal ventura masih relatif rendah dibandingkan investor asing.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa sebagian besar pendanaan startup di Indonesia berasal dari investor luar negeri, sementara porsi investasi domestik diperkirakan hanya sekitar 11 persen dari total investasi yang masuk ke sektor startup dan perusahaan teknologi.
Kondisi ini membuat banyak perusahaan rintisan nasional masih sangat bergantung pada aliran modal asing untuk mendukung pertumbuhan bisnis, ekspansi usaha, hingga pengembangan teknologi.
Investor Lokal Dinilai Masih Belum Maksimal
Naskah akademik tersebut menyoroti masih terbatasnya partisipasi investor lokal dalam pembiayaan startup.
Padahal, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang besar dan jumlah pelaku usaha rintisan yang terus bertambah setiap tahunnya.
Rendahnya keterlibatan investor domestik dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan industri modal ventura nasional.
Akibatnya, banyak startup Indonesia lebih bergantung pada investasi yang berasal dari luar negeri, termasuk dari negara-negara yang selama ini aktif berinvestasi di sektor teknologi Asia Tenggara.
Selain itu, dominasi investor asing juga berpotensi membuat sebagian besar kepemilikan dan pengambilan keputusan strategis perusahaan rintisan berada di luar negeri ketika startup memasuki tahap pertumbuhan yang lebih besar.
Insentif Pajak Diusulkan untuk Menarik Investasi Dalam Negeri
Melalui kajian tersebut, pemerintah didorong untuk memperkuat ekosistem modal ventura nasional melalui berbagai kebijakan yang dapat menarik minat investor domestik.
Salah satu rekomendasi yang muncul adalah pemberian insentif perpajakan bagi industri modal ventura dan investor yang menanamkan modal pada startup tahap awal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap modal asing.
Naskah akademik juga menilai penguatan peran investor lokal dapat membantu menciptakan ekosistem startup yang lebih berkelanjutan, memperluas akses pembiayaan bagi perusahaan rintisan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam jangka panjang.
Dengan potensi ekonomi digital yang terus berkembang, peningkatan partisipasi investor domestik menjadi salah satu faktor penting agar pertumbuhan startup Indonesia tidak hanya bergantung pada arus modal dari luar negeri. (sal)




