Apalagi, insentif juga cair menjelang Lebaran, sehingga sangat membantu memenuhi berbagai kebutuhan.
“Sangat membantu untuk membeli banyak kebutuhan jelang Lebaran,” ujarnya.
Bagi Ali, perhatian pemerintah juga diwujudkan melalui kesempatan ibadah. Ia menjadi salah satu marbot yang berkesempatan menunaikan umrah dalam program umrah gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 lalu.
“Saya sudah jadi marbot 10 tahun, dan baru kali ini benar-benar terasa manfaat dari program seperti ini. Kami juga pernah diumrahkan. Itu sangat membahagiakan,” ungkapnya.
Ia menyebut, dalam sekali pencairan, insentif yang diterima berkisar Rp500 ribu.
“Sekali pencairan sekitar 500 ribu kalau tidak salah,” katanya.
Berdasarkan data rekapitulasi penerima insentif penjaga rumah ibadah tahun 2026, Kota Samarinda menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima cukup besar dari kalangan marbot.
Tag



