ARUSBAWAH.CO - Insentif bagi penjaga rumah ibadah di Kalimantan Timur mulai dirasakan manfaatnya oleh para marbot.
Salah satunya dirasakan Muhammad Ali Yusni, marbot di Masjid Al-Mizan, Samarinda Seberang, yang telah mengabdi selama 10 tahun.
Di usianya yang kini 49 tahun, Ali mengaku bantuan dari pemerintah provinsi benar-benar memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-harinya.
“Alhamdulillah, betul-betul sangat bermanfaat membantu. Kami sebagai marbot ini kan biasanya hanya mengandalkan pemberian dari jamaah atau dari masjid. Dengan adanya insentif ini, kami sangat terbantu, dan itu memang yang kami harapkan,” ujarnya.
Tahun ini, ia menyebut insentif telah cair dua kali, yakni pada awal tahun dan menjelang Lebaran.
Dana tersebut tak ia gunakan untuk kebutuhan pribadi semata, melainkan diprioritaskan untuk pendidikan anak.
"Anak saya ada dua yang mondok di pesantren, tentu perlu biaya. Jadi uangnya saya disimpan, untuk biayai pendidikan mereka,” katanya.
Tag



