Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pakan pabrikan di pasaran yang rata-rata berada di angka 19% dengan harga jual mencapai Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram.
Ateng mengestimasi produknya dapat dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram jika sudah diproduksi secara massal.
"Ini estimasi masih Pak. Karena kami sudah cek ke sini, toko-toko paling tinggi 19% proteinnya itu harganya sampai Rp12.000, Pak," tambahnya.
- Lampu Hijau dari Seno Aji: Desa Sebuntal Diproyeksikan Jadi Sentra Baru Garam Industri Kaltim
- Didatangi Wagub Seno Aji Malam Hari, Warga Marang Kayu Lapor soal Kondisi Puskesmas hingga Perbaikan Jalan
- Tak Hanya Silaturahmi Ramadan, Seno Aji Datang ke Muara Badak Bawa Isu Kuliah Gratis dan Rencana Industri Perikanan Modern
Dukungan Pemerintah untuk Skala Produksi
Mendengar penjelasan tersebut, Seno Aji memberikan apresiasi tinggi.
Ia menilai langkah kelompok peternak di Marang Kayu ini sebagai solusi konkret untuk menekan biaya produksi peternak yang selama ini terbebani harga pakan yang mahal.
“Oh proteinnya bagus, 21%.Oke. Iya, Rp10.000 aja sekilo ujar Seno Aji sembari memeriksa sampel pelet tenggelam tersebut”.
Namun, inovasi ini masih terbentur kendala infrastruktur.
Tag



