ARUSBAWAH.CO - Di tengah agenda Safari Ramadhan yang melintasi jalur pesisir Kalimantan Timur, sebuah titik terang bagi kemandirian pangan muncul dari Desa Marang Kayu, Kutai Kartanegara.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menemukan potensi luar biasa dari seorang peternak lokal yang berhasil mengembangkan pakan ternak mandiri berbasis maggot dengan kualitas kompetitif.
Momen ini terjadi secara spontan pada Kamis (12/3/2026) malam.
Dalam perjalanan menuju Kota Bontang setelah bertolak dari Muara Badak, rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan menepi di sebuah warung milik warga yang masih terbuka di pinggir jalan.
Di sanalah, dalam suasana ngopi santai, Wagub Seno Aji bertemu dengan Ateng, sosok di balik inovasi pakan alternatif tersebut.
Protein Tinggi, Harga Kompetitif
Ateng memaparkan bahwa ia bersama kelompoknya telah berhasil memproduksi pelet pakan ayam dengan bahan baku utama maggot (larva lalat Black Soldier Fly).
Inovasi ini bukan sekadar coba-coba; Ateng telah melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan nutrisi produknya.
"Kita fokus di ayam dulu, Pak. Bahan utama proteinnya dari maggot, ditambah dedak, jagung, dan bahan lainnya. Total ada sebelas macam bahan," jelas Ateng saat menunjukkan hasil lab di hadapan Wagub.
Berdasarkan hasil uji tersebut, pakan buatan Ateng memiliki kadar protein mencapai 21%.
Tag



