Arus Publik

Inflasi Kaltim 2,28 Persen Disebut Prestasi, Tapi Cabai di Pasar Samarinda Mulai Menyengat Kantong Warga

Inflasi Kalimantan Timur Lebih Rendah dari Nasional

Kamis, 18 Desember 2025 22:50

INFLASI - Kolase Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dengan Kepala BI Perwakilan Kaltim Budi Widihartanto/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COInflasi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir November 2025 ini tercatat 2,28 persen secara tahunan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,03.

Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional yang menyentuh 2,72 persen.

Di atas kertas, Kaltim tampak aman.

Di lapangan, cerita berbeda mulai terasa di lapak-lapak cabai.

Pemerintah Klaim Inflasi Terkendali

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut inflasi tahun kalender atau year to date berada di angka 1,96 persen.

Pemerintah daerah menilai kondisi ini sebagai hasil kerja kolektif lintas sektor, dari provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan, dan usaha bersama-sama dengan kabupaten/kota untuk memantau serius pertumbuhan inflasi yang bisa terjaga dengan baik,” kata Seno, di Kantor Bank Indonesia Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda pada, Kamis (18/12/2025).

Cabai Jadi Penyumbang Gejolak Harga

Namun, Seno tidak menutup mata pada komoditas yang paling sering memicu gejolak harga.

Cabai rawit dan jenis cabai lain masuk daftar penyumbang utama inflasi daerah.

Komoditas ini sejajar dengan beras, minyak goreng, daging ayam, bawang merah, tomat, ikan layang, dan tongkol.

Tekanan Harga Terasa di Pasar Tradisional Samarinda

Di pasar tradisional Samarinda, pedagang cabai mulai merasakan tekanan pasokan.

Harga bergerak cepat meski inflasi daerah disebut terkendali.

Pola ini berulang setiap akhir tahun, saat permintaan naik dan distribusi tersendat.

Data inflasi memang stabil, tetapi kantong rumah tangga kecil paling dulu merasakan getarnya.

Ancaman Inflasi Desember dan Langkah Antisipasi

Pemprov Kaltim memprediksi adanya tekanan inflasi pada Desember.

Lonjakan konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru menjadi faktor utama.

Pemerintah daerah diminta aktif turun ke lapangan, menginspeksi pasar dan swalayan, memastikan stok aman dan harga tidak melonjak.

Inflasi kita ada kemungkinan kenaikan 0,6 persen nantinya di bulan ini, maka kita harus berjaga jaga agar hal tersebut tidak terjadi,” ujar Seno.

Stok Beras Kaltim Diklaim Aman Jelang Nataru

Untuk pangan pokok, pemerintah memastikan beras masih terkendali.

Produksi beras lokal Kaltim mencapai 160.000 ton dan dinilai cukup hingga akhir tahun.

Angka ini menjadi bantalan utama menahan inflasi pangan di tengah tekanan musiman.

“Semoga tidak ada terjadi kelangkaan beras di Kaltim hingga Nataru nanti,” sebut Seno.

 

Early Warning System Jadi Andalan Pemprov Kaltim

Sebagai pengaman, Pemprov Kaltim mengandalkan early warning system untuk memantau pergerakan harga secara real-time.

Sistem ini menjadi alat deteksi dini sebelum gejolak harga membesar.

Saat ini, Kaltim berada di urutan 30 dari 38 provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia.

“Ini sangat baik. Maka mari kita jaga bersama sama perkembangan inflasi Kaltim ini dengan menjaga kestabilan pasokan dan distribusi pangan kita,” tambah Seno

Bank Indonesia Siapkan Penyangga Harga

Dari sisi otoritas moneter, Bank Indonesia Kaltim menyiapkan langkah penyangga.

Kepala BI Perwakilan Kaltim Budi Widihartanto menyebut penyerapan gabah petani lokal menjadi fokus utama untuk menjaga stok dan harga.

“Kita sudah mengantisipasi beberapa program, terutama penyerapan gabah yang cukup baik. Kami juga memetakan daerah yang perlu ditambah stok pangannya, dan sekarang kondisinya relatif stabil,” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan di hari yang sama.

Mahakam Ulu Masih Kekurangan Stok Beras

Namun, ketimpangan pasokan ia sebut masih terjadi.

Ia mencontoh, Mahakam Ulu tercatat kekurangan stok beras karena belum memiliki gudang Bulog.

Kata dia, untuk sementara, pasokan didatangkan dari Kutai Barat.

“Ada beberapa daerah yang belum ada gudang Bulog seperti Mahakam ulu. Ke depannya mungkin akan ditambah pembangunan Bulog di sana, agar stok beras di daerah itu ke depannya akan terus terjaga,” demikian Budi Widihartanto.

(wan)

 

Tag

MORE