Advertorial

DPRD Samarinda

Idul Adha dan Arti Berbagi: Pesan Arif Kurniawan untuk Warga Samarinda

Selasa, 26 Mei 2026 11:17

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan/ IST

ARUSBAWAH.CO -  Di balik gema takbir dan semarak penyembelihan hewan kurban, Hari Raya Idul Adha menyimpan pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar ritual tahunan.

Ada nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Pesan itulah yang ingin kembali diingatkan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan kepada masyarakat dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Menurut Arif, Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat perkotaan, nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Idul Adha memberikan pelajaran berharga kepada kita mengenai keikhlasan, contoh teladan, serta kepedulian terhadap sesama manusia. Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk mempertebal iman dan mempererat ikatan persaudaraan melalui kegiatan berbagi kebaikan,” ujarnya.

Bagi Arif, semangat berkurban tidak berhenti pada proses penyembelihan hewan kurban semata. Lebih dari itu, kurban menjadi simbol kesediaan seseorang untuk berbagi dan mengorbankan sebagian yang dimilikinya demi membantu orang lain yang membutuhkan.

Nilai tersebut, kata dia, bisa diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana di lingkungan sekitar.

Mulai dari membantu tetangga yang kesulitan, memperhatikan warga yang membutuhkan, hingga membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat.

Di Kota Samarinda, tradisi Idul Adha selama ini menjadi salah satu momen yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Dari proses persiapan, penyembelihan hingga pembagian daging kurban, banyak warga terlibat tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.

Momen itu kerap menghadirkan suasana kebersamaan yang sulit ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.

Warga saling berinteraksi, bekerja sama, dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Menurut Arif, kebersamaan seperti inilah yang perlu terus dipelihara. Sebab, hubungan sosial yang kuat akan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial yang muncul di masa depan.

“Tradisi gotong royong dan saling menolong merupakan pondasi utama untuk menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis. Ketika pondasi tersebut berdiri dengan kokoh, warga kota akan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Ia juga berharap seluruh amal ibadah kurban yang dilaksanakan masyarakat dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa.

“Saya berharap Allah SWT bersedia menerima seluruh amal ibadah kurban kita. Semoga Allah juga memberikan keberkahan yang melimpah bagi keutuhan keluarga, kemajuan masyarakat, serta kejayaan bangsa kita,” ucapnya.

Di penghujung pesannya, Arif mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan nilai-nilai Idul Adha berhenti setelah perayaan usai.

Menurutnya, keikhlasan dan kepedulian yang tumbuh selama momen kurban harus terus hidup dalam keseharian warga.

Sebab pada akhirnya, kota yang kuat bukan hanya dibangun oleh infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh hubungan sosial yang hangat, rasa empati yang tumbuh di antara warga, serta semangat untuk saling menjaga satu sama lain.

Melalui semangat itulah, Arif meyakini Samarinda dapat tumbuh menjadi kota yang semakin ramah, peduli, dan penuh kebersamaan bagi seluruh warganya. (adv)

Tag

MORE