“Banyaklah masukan-masukan, termasuk ada beberapa data yang saya minta lagi secara spesifik dan terperinci. Saya buat tiga klasifikasi, merah, kuning, hijau jangan sampai yang kamu jalankan seolah-olah ini menjadi andalanmu, menurut klasifikasi saya itu merah dan berpotensi mengurangi profit-mu, pendapatanmu untuk menutup ke situ,” tegas Iswandi.
Menurut Iswandi, keputusan menunda hearing dilakukan agar seluruh masukan dan rekomendasi dari DPRD nantinya dapat langsung ditanggapi oleh Direktur Utama.
Dengan begitu, proses pembahasan tidak perlu melalui beberapa tahapan koordinasi di tingkat manajemen.
“Sebenarnya enggak masalah, mereka sudah mengirimkan manajer-manajernya. Cuma kita kan mau bahwa ini nanti misalkan ada keputusan-keputusan yang harus dijawab langsung oleh Dirut, jadi enggak dua tiga kali. Jadi alangkah baiknya kita pending sampai ada nanti Pak Dirut datang,” lanjut Iswandi.
Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Varia Niaga, Jusuf Junus, membenarkan bahwa Direktur Utama tidak dapat menghadiri agenda tersebut karena mendadak terserang vertigo.
Kondisi tersebut membuat pembahasan yang semula dirancang berlangsung secara resmi akhirnya hanya menjadi pertemuan koordinasi ringan.
Tag



