Respons Hasan soal Aksi Demo
Di media sosial, sebagaimana dilihat pada akun Intagsram @media.polklas, Hasan Mas'ud terpantau memberikan statement soal ketidakhadirannya itu.
"Kemarin itu memang saya sedang berada di luar daerah," kata Hasan mengawali statementnya.
Ia bilang, dirinya memahami soal tuntutan-tuntutan yang disuarakan oleh masyarakat pada aksi demo 21 April 2026 lalu.
"Saya kira saya memahami mengapa publik mempertanyakan itu dan sebagai ketua DPR tentu ini menjadi tanggung jawab saya," ucapnya.
Soal pengawasan, Hasan klaim, itu sudah berjalan.
"Sebenarnya pengawasan itu sudah berjalan, tetapi mungkin dianggap belum cukup terbuka, dan kami pastikan itu akan kami perbaiki," lanjutnya lagi.
Pandangan Akademisi
Berbeda dengan Hasan Mas'ud, akademisi di Samarinda, Purwadi Purwoharsojo, dalam perbincangannya kepada redaksi beberapa hari lalu, menilai bahwa skor pengawasan dewan yang diketuai oleh Hasan Mas'ud menjurus ke arah jeblok.
Purwadi awalnya mengingatkan publik soal cara mengukur kinerja DPRD, yakni pada tiga fungsi utama dewan: legislasi, pengawasan dan penganggaran.
Sejauh ini, dari dua fungsi itu, sudah memberikan preseden buruk bagi publik, dengan lolosnya penganggaran mobil dinas Rp 8,5 Miliar dan juga renovasi rumah jabatan.
Ia memberikan kritik tajam dengan menyebut kinerja dewan yang dipimpin saudara kandung Rudy Mas'ud itu dengan 3 M.
"Dewan saya juluki kinerjanya 3 M. Memble, melempem dan mandul," kata Purwadi.
Purwadi juga mengingatkan soal usulan hak angket.
Menurutnya, tuntutan dari masyarakat sudah disampaikan dalam aksi demo 21 April lalu.
Tag



