Arus Publik

Pilrek Unmul 2026 - 2030

Harta Kekayaan Dua Calon Rektor Unmul 2026 - 2030, Petahana Ditantang Guru Besar Kehutanan

Senin, 18 Mei 2026 18:33

POTRET Rudianto Amirta dan Abdunnur/ Kolase oleh Arusbawah.co

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Teknologi Hasil Hutan di Unmul sebelum melanjutkan studi doktoral di Kyoto University, Jepang.

Pada 2005, ia meraih gelar Doktor Applied Life Science dari Kyoto University.

Penelitiannya saat itu berfokus pada degradasi lignin menggunakan jamur white-rot, produksi asam ceriporic, hingga pengolahan kayu untuk fermentasi metana yang berkaitan dengan energi terbarukan.

Latar belakang itu yang kemudian membuat Rudianto sebagai salah satu akademisi Unmul yang bergerak di bidang biomassa dan energi alternatif.

Pernah Jadi Dekan Fahutan hingga Direktur KUI Unmul

Kariernya di lingkungan kampus juga terbilang panjang.

Ia pernah menjabat Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Unmul pada 2015-2016.

Sebelum itu, ia menjadi Ketua Program Unggulan Internasional Unmul pada 2012-2015.

Namun, namanya mulai dikenal di internal kampus ketika dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kehutanan selama dua periode, yakni 2016-2020 dan 2020-2024.

Di luar Unmul, Rudianto Amirta juga sempat menjadi Asisten Profesor di Laboratory of Biomass Conversion, Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University pada 2006-2008.

Ia juga pernah masuk dalam tim pakar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membantu pengembangan multiusaha kehutanan pada 2020-2023.

Tak hanya itu, Rudianto Amirta tercatat menjadi anggota delegasi Pemerintah Indonesia dalam forum internasional Conference of the Parties (COP) ke-25 UNFCCC di Madrid, Spanyol pada 2019 dan COP ke-27 di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 2022.

Ia juga terlibat dalam Indonesia-Japan Forestry Investment Dialogue di Tokyo, Jepang pada 2022.

Harta Kekayaan Abdunnur dan Rudianto Amirta 

Berdasarkan data e- LHKPN yang diumumkan, total kekayaan Abdunnur mencapai Rp3,9 miliar.

Sementara Rudianto Amirta tercatat memiliki total harta sebesar Rp1,58 miliar.

Keduanya melaporkan harta kekayaan sebagai penyelenggara negara di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Harta Kekayaan Abdunnur Capai Rp3,9 Miliar

Dalam laporan periodik tahun 2024 yang disampaikan pada 12 Maret 2025, Abdunnur tercatat menjabat sebagai Rektor Universitas Mulawarman dengan Nomor Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (NHK) 89928.

Berdasarkan data LHKPN, total kekayaan Abdunnur mencapai Rp3.923.123.575.

Nilai tersebut terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp2 miliar berupa tanah dan bangunan seluas 537 meter persegi/350 meter persegi di Samarinda.

Selain itu, Abdunnur juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp395 juta.

Daftar Kendaraan Abdunnur

Tag

MORE