ARUSBAWAH.CO - Dua nama sejauh ini sudah berani untuk memastikan langkah mereka untuk maju di kontestasi pemilihan Rektor Unmul (Universitas Mulawarman) periode 2026 - 2030.
Kedua nama itu, yakni petahana, Rektor menjabat saat ini, Abdunnur.
Kedua, yakni Rudianto Amirta, yang merupakan Guru Besar Fakultas Kehutanan.
Baik Abdunnur dan Rudianto Amirta saat ini sudah menyelesaikan proses pendaftaran dan pengembalian formulir yang dibuka 5-12 Mei 2026.
Setelahnya, pada 20 Mei 2026 mendatang, pihak panitia akan mengumumkan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 20 Mei 2026.
Abdunnur Klaim Kantongi Dukungan 81 Anggota Senat
Abdunnur sendiri mengklaim telah mengantongi dukungan besar dari internal Senat Unmul.
Ia menyebut sebanyak 81 anggota senat dari 94 orang sudah memberikan dukungan secara langsung maupun tertulis kepada dirinya.
“Sudah sejumlah 81 yang menyatakan dukungan secara langsung maupun tertulis. Itu menjadi penguatan bagi kami dalam membangun kebersamaan menuju Pilrek 2026–2030,” ujarnya.
Dukungan itu menjadi penting karena posisi suara senat masih menjadi penentu utama dalam Pilrek Unmul.
Dalam Peraturan Senat Nomor 1 Tahun 2026, 65 persen suara berada di tangan anggota Senat Unmul.
Sisanya, 35 persen menjadi hak suara kementerian pendidikan tinggi.
Abdunnur menjelaskan, banyak pihak keliru memahami komposisi suara antara senat dan kementerian.
Menurut dia, tahapan pertama Pilrek dilakukan melalui pemilihan tiga nama kandidat oleh seluruh anggota senat Unmul yang berjumlah 94 orang.
Setelah itu, baru masuk tahapan pemilihan akhir yang melibatkan suara kementerian.
“Yang benar itu bukan sekadar 65 persen dan 35 persen. Tapi komposisinya 35:65 dikalikan jumlah anggota senat yang hadir saat voting,” jelasnya.
Rudianto Amirta, Sosok Penantang Abdunnur
Guru Besar Fakultas Kehutanan itu telah menyelesaikan proses pendaftaran dan menyerahkan berkas ke panitia penjaringan Pilrek Unmul 2026 beberapa waktu lalu.
Sosok Rudianto Amirta muncul dengan kombinasi pengalaman birokrasi kampus, jejaring internasional, rekam jejak riset, hingga keterlibatan langsung dalam isu energi terbarukan dan kehutanan di Indonesia.
Prof. Dr. Rudianto Amirta lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat, pada 25 Oktober 1972.
Karier akademiknya tumbuh dari Universitas Mulawarman sendiri.
Tag



