Advertorial

DPRD Samarinda

Hardiknas 2026 Angkat Isu Pendidikan di Samarinda, DPRD Soroti Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Selasa, 5 Mei 2026 14:37

DPRD SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei kembali menjadi pengingat pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan

Tema tahun 2026 menekankan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata. 

Semangat ini dinilai sejalan dengan kebutuhan pembenahan sektor pendidikan di berbagai daerah, termasuk Samarinda

Upaya peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan besar yang harus ditangani secara serius. 

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus memperkuat komitmen bersama.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyampaikan bahwa kualitas pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan. 

Ia menilai cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan sektor pendidikan

Tanpa pemerataan dan peningkatan kualitas, target tersebut dinilai sulit diwujudkan.

“Yang pasti kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai itu, tidak bisa tidak, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat utama,” ujarnya pada Senin (4/5/2026).

Ia menekankan bahwa peringatan Hardiknas seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. 

Momentum ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata, termasuk dalam penguatan implementasi kurikulum baru yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah. 

Menurutnya, kebijakan pendidikan perlu diiringi dengan kesiapan di lapangan agar berjalan efektif.

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada kondisi kesejahteraan guru yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya bagi tenaga honorer di sekolah swasta. 

Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat pendidik yang menerima penghasilan sekitar satu juta rupiah per bulan, jauh di bawah standar Upah Minimum Kota. 

Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa.

“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik akan berdampak luas terhadap mutu pendidikan secara keseluruhan. 

Guru yang mendapatkan dukungan memadai dinilai akan lebih fokus dalam menjalankan perannya di kelas.

Selain itu, ia juga menguraikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan

Salah satunya adalah pemerataan fasilitas sekolah, terutama di wilayah pinggiran, agar tidak terjadi kesenjangan dengan sekolah di pusat kota. 

Kebijakan zonasi disebut sebagai salah satu langkah untuk mengatasi perbedaan kualitas tersebut.

“Zonasi itu tujuannya untuk pemerataan, agar tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di tengah kota dan di pinggiran,” jelasnya.

Hal lain yang disoroti adalah pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan. 

Selain itu, kesejahteraan tenaga pendidik tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga dinilai tidak kalah penting dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Perkembangan teknologi yang cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus berbenah, termasuk dalam penyesuaian kurikulum agar tetap relevan. 

Tanpa adaptasi tersebut, pendidikan dikhawatirkan tertinggal dari kebutuhan zaman.

“Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kurikulum juga harus menyesuaikan. Ini penting agar kita tidak tertinggal, apalagi dalam rangka menuju generasi emas 2045,” jelasnya.

Ia berharap adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Samarinda. (adv/naa)

Tag

MORE