Arus Publik

Gratispol

Harapan Guru Kaltim Lanjut Kuliah S2 hingga S3 Kian Terbuka Lewat Gratispol, Seno Aji: Kami Beri Afirmasi

FOTO BERSAMA - Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji / IST

ARUSBAWAH.CO -  Bagi sebagian guru, melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3) bukan hanya soal keinginan meningkatkan kompetensi, tetapi juga tentang kemampuan menghadapi biaya kuliah yang terus berjalan.

Tidak sedikit tenaga pendidik yang harus menunda mimpi akademiknya karena terbentur kebutuhan finansial.

Melalui Program Gratispol, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berupaya membuka jalan agar para guru dapat melanjutkan pendidikan tanpa dibayangi persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Program tersebut memberikan perhatian khusus kepada tenaga pendidik dengan menempatkan guru sebagai salah satu kelompok prioritas penerima pembebasan biaya kuliah. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Timur.

Gratispol Prioritaskan Guru untuk Kuliah Lanjutan

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Karena itu, guru bersama tenaga kesehatan memperoleh afirmasi dalam pelaksanaan Program Gratispol.

Guru, tenaga pendidik, perawat, kedokteran, dan tenaga medis menjadi prioritas kami. Mereka mendapatkan afirmasi sehingga tidak perlu lagi memikirkan biaya UKT,” kata Seno Aji, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, dukungan pembiayaan tersebut tidak hanya berlaku bagi guru yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam wilayah Kalimantan Timur. Guru yang memilih kuliah di luar daerah tetap dapat memperoleh bantuan dengan catatan kembali mengabdi di Kaltim setelah menyelesaikan pendidikan.

“Bahkan yang kuliah di luar Kaltim tetap kami biayai. Syaratnya setelah selesai mereka kembali mengabdi di Kaltim,” ujarnya.

Ribuan Guru Menjadi Bagian dari Penguatan Pendidikan Kaltim

Kebijakan peningkatan kompetensi guru ini menjadi penting mengingat besarnya peran tenaga pendidik dalam menyiapkan generasi masa depan Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah pendidik jenjang pendidikan menengah di Kalimantan Timur menunjukkan kontribusi besar tenaga pengajar di tingkat SMA dan SMK.

Pada jenjang SMA, tercatat sebanyak 1.171 guru, terdiri dari 939 guru SMA negeri dan 232 guru SMA swasta.

Sementara itu, pada jenjang SMK terdapat 1.229 guru, dengan rincian 757 guru SMK negeri dan 472 guru SMK swasta.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran guru dalam membangun kualitas pendidikan di daerah. Melalui peningkatan jenjang pendidikan, pemerintah berharap para pendidik memiliki kompetensi yang semakin kuat dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

Kuliah Lanjut Jadi Investasi untuk Masa Depan Siswa

Bagi pemerintah daerah, peningkatan kapasitas guru bukan sekadar memberikan kesempatan pendidikan bagi individu, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pembelajaran di sekolah.

Guru dengan kualifikasi akademik yang lebih tinggi diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Program Gratispol menjadi salah satu upaya Pemprov Kaltim untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok strategis seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, mendapatkan akses peningkatan kualitas diri.

Pemprov Kaltim Siapkan Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Gratispol

Untuk mendukung pelaksanaan Program Gratispol, Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada tahun ini.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Kalimantan Timur, dengan guru, tenaga pendidik, serta tenaga kesehatan sebagai kelompok yang mendapatkan prioritas.

“Anggaran sekitar Rp1,3 triliun kami siapkan untuk masyarakat Kaltim. Tetapi guru, tenaga pendidik, dan tenaga medis menjadi kelompok yang kami dahulukan,” pungkas Seno.

Melalui kebijakan ini, Pemprov Kaltim berharap semakin banyak guru memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi akademik tanpa harus mengkhawatirkan biaya pendidikan. Pada akhirnya, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pendidik, tetapi juga oleh siswa yang menjadi penerus masa depan Kalimantan Timur. (red)

 

Tag

MORE