Perbedaan Usulan Pansus dan TAPD
Dalam penjelasannya, Afif mengungkapkan adanya dua jalur usulan dalam pembahasan program pokok pikiran (pokir), yakni melalui Panitia Khusus (Pansus) Pokir dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Afif, yang juga anggota Pansus Pokir, menyayangkan usulan yang diakomodasi oleh TAPD justru jauh lebih rendah dibandingkan hasil pembahasan di tingkat Pansus.
“Yang dari TAPD ini kan yang dipangkas jauh daripada hasil Pansus Pokir. Kemarin digadang-gadang akan disahkan yang angka di TAPD,” jelasnya.
Afif mengingatkan, jika skema tersebut disahkan, maka sejumlah besar aspirasi masyarakat berpotensi tidak terakomodasi.
“Seandainya kalau itu disahkan, kan artinya ada beberapa aspirasi masyarakat yang terpangkas. Itu akan sangat terganggu dengan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebanyak 313 usulan masyarakat sebelumnya dihimpun melalui penjaringan lintas fraksi yang mencakup 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Usulan tersebut kemudian melalui proses penyaringan dan penyesuaian dengan arah pembangunan dalam RPJMD Kaltim 2025–2030, hingga jumlahnya mengerucut menjadi 160 judul usulan.
Dalam dokumen RKPD 2027 yang diperoleh dari sumber internal Arusbawah.co, dari total tersebut, komposisinya meliputi 97 Belanja Langsung (BL), 50 Bantuan Keuangan (Bankeu), serta 13 item belanja hibah dan bantuan sosial.
Jumlah itu disebut sebagai hasil final setelah melalui pembahasan teknis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Namun, jumlah tersebut berpotensi kembali dipangkas hingga tersisa sekitar 25 usulan saja. Pasalnya, TAPD mengusulkan agar kamus usulan pokir hanya dibatasi sekitar 25 judul.
Selain itu, belakangan muncul pula isu yang menyebutkan Bankeu berpotensi ditiadakan sepenuhnya.
Rapat Berulang Hanya Buang-buang Anggaran?
Lebih jauh, Afif juga melontarkan kritik terhadap proses pembahasan yang telah dilakukan antara DPRD dan pihak eksekutif.
Ia menilai, serangkaian rapat yang sudah digelar berpotensi menjadi tidak bermakna jika hasilnya justru dipangkas sepihak.
Tag



