ARUSBAWAH.CO - Program Gratispol seragam sekolah untuk siswa baru SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur masih dalam tahap verifikasi data dan belum memasuki proses penyaluran.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menegaskan pihaknya masih memvalidasi data peserta didik dan ukuran seragam agar pengadaan tepat sasaran dan tidak asal-asalan.
"Iya. Jadi gini, seragam sekarang ini memang lagi proses. Kita harus dapatkan data valid dulu tentang jumlah siswa dan ukuran bajunya. Kami sudah buka link pendaftaran, dan siswa diminta isi sendiri semua informasi itu," ujar Armin kepada wartawan Arusbawah.co saat ditemui pada, Jumat (1/8/2025).
Armin menegaskan, program Gratispol seragam diarahkan langsung oleh Gubernur Rudy Mas’ud agar kualitas seragam benar-benar terjamin.
"Kami enggak mau nanti seragam dikasih, ukurannya pakaiannya tidak sesuai dengan para siswa," lanjut Armin.
Karena itu menurutnya, prosesnya harus dibuat cermat walaupun sedikit lebih lambat.
"Pak Gubernur sendiri yang minta agar kualitasnya harus bagus. Beliau enggak mau nanti bajunya cepat rusak, sepatunya jelek, atau tasnya gampang sobek," ujarnya.
Distribusi Seragam Tertunda karena Data dan Vendor Belum Siap
Kemudian Armin mengungkap, saat ini masih ada sekolah yang belum mengirimkan data.
Data itu meliputi jumlah siswa baru, ukuran pakaian (baju, celana atau rok, dan lengan panjang atau pendek), ukuran sepatu, ukuran tas (kecil, sedang, atau besar), serta jenis kelamin dan nama siswa.
“Sekarang ini masih dalam proses, karena kita tentu harus mendapat data tentang siswanya dulu baru bisa di salurkan,” ujar Armin.
Lebih lanjut, saat ditanya wartwan mengenai vendor penyalur seragam, Armin menegaskan bahwa proses seleksi masih berlangsung dan belum ada nama yang ditetapkan.
"Belum tahu. Masih proses seleksi. Vendor belum ditentukan," ucapnya singkat.
Target 65.000 Siswa, Anggaran Rp65 Miliar
Armin menyebut, target program itu adalah 65.000 siswa baru kelas 10 di tahun ajaran 2025 dari total 472 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kaltim.
Rinciannya, 220 SMA, 218 SMK, dan 34 SLB.
Adapun anggaran yang disiapkan sebesar Rp65 miliar dari APBD Kaltim.
- Senja Fithrani Klarifikasi Isu Intimidasi Jurnalis: "Saya Orang Baru di Kaltim, Latar Belakang Saya Militer"
- Syahariah Mas'ud Kritik Ketidakhadiran Rudy Mas'ud di Paripurna, Pokja 30: Kritik Juga Program yang Belum Berjalan
- Sosok Samping Rudy Mas'ud Sebut 'Tandai Tandai' saat Jurnalis Interview, Minta Wawancara Hanya Terkait Agenda
Rudy Mas’ud Sebut Kualitas Seragam sebagai Bentuk Investasi Jangka Panjang
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan program Gratispol seragam memang ditujukan untuk siswa baru, dan kualitas barang menjadi pertimbangan utama.
“Anggaran kita terbatas. Jadi seragamnya yang wajib dulu, untuk siswa baru. Sepatu, tas, topi, seragam putih abu-abu. Tapi kualitasnya harus bagus. Jangan sampai baru 3 bulan rusak. Itu malu kita,” jelas Rudy Mas'ud dalam paparan saat agenda Silaturahmi bersama insan pers beberapa waktu lalu.
Rudy Mas'ud menekankan bantuan itu bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk membangun rasa percaya diri dan kebanggaan siswa.
“Kalau kita kasih sepatu Rp100 ribu tapi anak kita enggak bangga makainya, buat apa? Saya maunya tasnya seperti Eiger sama seperti tas saya dulu waktu sekolah, ya minimal mendekati lah. Yang penting mereka bangga,” ucap Rudy Mas’ud.
Rudy juga menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif, tanpa membedakan latar belakang siswa.
“Kita tidak bicara kaya miskin, agama, suku. Ini inklusif, untuk membangun Kalimantan Timur bersama-sama,” tegasnya.
Data Jumlah Siswa SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur 2025
Berdasarkan portal data pendidikan Kaltim yang dihimpun redaksi Arusbawah.co, jumlah peserta didik aktif jenjang SMA sederajat sebanyak 63.446 siswa, SMK sederajat 46.619 siswa, dan SLB sederajat 2.189 siswa.
Rincian Data Siswa per Kabupaten/Kota di Kaltim:
* Samarinda: SMA 12.682 | SMK 7.686 | SLB 405
* Balikpapan: SMA 8.017 | SMK 11.497 | SLB 615
* Kutai Kartanegara: SMA 12.670 | SMK 10.802 | SLB 350
* Kutai Timur: SMA 6.710 | SMK 4.015 | SLB 197
* Berau: SMA 6.143 | SMK 2.490 | SLB 239
* Paser: SMA 5.965 | SMK 2.245 | SLB 110
* Bontang: SMA 2.800 | SMK 3.793 | SLB 253
* Kutai Barat: SMA 3.877 | SMK 1.337 | SLB 9
* Penajam Paser Utara: SMA 3.572 | SMK 2.731 | SLB 5
* Mahakam Ulu: SMA 1.010 | SMK 23 | SLB 6
Total keseluruhan mencapai 112.254 siswa, namun program Gratispol Seragam 2025 hanya menyasar siswa baru kelas 10 sebanyak 65.000 pelajar.
(wan)




