Arus Publik

Gratispol

Gratispol 2025: Intip Rincian Pagu Anggaran di Enam Program Unggulan Rudy - Seno!

Minggu, 24 Agustus 2025 9:47

Flyer Program Gratispol/IST

ARUSBAWAH.CO -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) total menyiapkan anggaran Rp1,4 triliun untuk merealisasikan enam program unggulan Gratispol pada tahun anggaran 2025.

Anggaran jumbo itu diklaim menjadi bukti keseriusan Pemprov dalam menepati janji politik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji saat Pilgub 2024 lalu.

Enam program yang dibiayai dari APBD 2025 tersebut meliputi: pendidikan, kesehatan, seragam sekolah, perumahan, perjalanan religi, dan internet desa.

Gratispol Pendidikan S1 hingga S3 Telan Rp750 Miliar

Program dengan alokasi terbesar adalah Gratispol Pendidikan jenjang S1 hingga S3 yang menelan anggaran Rp750 miliar.

Program ini ditujukan bagi 3.943 mahasiswa baru 2025 yang tersebar di 53 perguruan tinggi di Kaltim. 

Anggaran dibagi dengan porsi 50% untuk S1, 30% untuk S2, dan 20% untuk S3.

Dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening kampus melalui Bankaltimtara, bukan ke mahasiswa secara pribadi.

Gratispol BOSP ke Daerah Rp330,8 miliar

Selain itu, ada Gratispol Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Daerah dengan anggaran Rp330,8 miliar. 

Dana ini ditujukan untuk mendukung operasional SMA/SMK, SLB, dan MA se-Kaltim pada 2025.

Rinciannya: Rp3,5 juta per siswa/tahun untuk SMA/MA, Rp4 juta untuk SMK, dan Rp6–9 juta untuk SLB tergantung wilayah. 

Total ada 108 sekolah penerima BOSP.

 

Rp231 Miliar untuk Gratispol Kesehatan

Program kedua terbesar adalah Gratispol Kesehatan dengan pagu Rp231 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan kelas 3 bagi 491.691 jiwa kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

Skema subsidi ini hanya berlaku untuk kelas 3, sementara peserta kelas 1 dan 2 tetap membayar mandiri. 

Dari total Rp231 miliar, sebanyak Rp71 miliar berasal dari APBD murni dan Rp160 miliar dari APBD Perubahan 2025.

Rp65 Miliar untuk Gratispol Seragam Siswa Baru

Untuk mendukung siswa baru SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2025, Pemprov mengalokasikan Rp65 miliar dari APBD.

Program ini menyasar 65 ribu siswa baru di 472 sekolah negeri dan swasta. 

Masing-masing siswa akan menerima satu paket seragam sekolah berupa seragam putih abu, seragam pramuka, tas, sepatu, dan kaos kaki.

Rp 10 Miliar untuk Program Gratispol Biaya Administrasi Kepemilikan Rumah

Program Gratispol biaya administrasi kepemilikan rumah mendapat alokasi Rp10 miliar.

Anggaran ini dipakai untuk membebaskan biaya administrasi pembelian rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti biaya notaris, BPHTB, hingga provisi bank.

Pemprov menargetkan 1.000 unit rumah tahun 2025 dengan plafon subsidi Rp10 juta per unit.

Namun, jika dibandingkan dengan data backlog perumahan di Kaltim yang mencapai 250 ribu unit, program ini baru menyasar 0,4% kebutuhan.

Rp32 Miliar untuk Umrah Bagi Marbot dan Perjalanan Religi

Gratispol juga menyentuh sektor keagamaan. 

Pemprov menyiapkan Rp32 miliar untuk memberangkatkan 900 marbot masjid dan penjaga rumah ibadah dalam program Umrah dan Perjalanan Religi pada Agustus 2025.

Pemprov menegaskan program ini bukan sekadar hibah sosial, melainkan penghargaan bagi tokoh-tokoh penjaga spiritual masyarakat yang selama ini jarang tersentuh kebijakan pemerintah.

Gratispol Internet Desa, Gunakan Rp8 Miliar Anggaran APBD

Sektor terakhir adalah Gratispol Internet Desa dengan anggaran Rp8 miliar di APBD murni 2025.

Program ini akan menghubungkan 716 desa dengan internet gratis menggunakan fiber optik, wireless, hingga satelit Starlink di wilayah 3T.

Tambahan 125 desa akan masuk daftar lewat APBD Perubahan, sehingga total target 2025 adalah 841 desa terkoneksi internet gratis.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan program ini bukan sekadar kebijakan populis, melainkan fondasi perubahan jangka panjang.

Gratispol ini bukan sekedar program. Ini lompatan peradaban. Ini kado perubahan. Ini adalah janji yang kami wujudkan untuk rakyat Kalimantan Timur,” ujar Rudy dalam sambutan saat peluncuran program Gratispol beberapa waktu lalu.

Rudy yang akrab disapa Harum juga menambahkan bahwa Kaltim Emas harus terbebas dari kesalahpahaman dan kemiskinan.

"Kita akan memutus rantai kehancuran dengan ilmu dan rantai kemiskinan dengan kesempatan.” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE