ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat di Samarinda saat ini belum memiliki gedung permanen, sehingga pemerintah meminjam fasilitas milik Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kaltim di Jalan Untung Suropati, Sungai Kunjang sebagai lokasi sementara.
Rencananya, fasilitas dan gedung pinjaman itu akan digunakan untuk menampung 100 siswa jenjang 50 SMP dan 50 SMA.
Namun dari pantauan langsung redaksi Arusbawah.co ke lokasi pada Rabu (9/7/2025) menunjukkan banyak sarana pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) yang belum tersedia, meski pelaksanaan program tinggal hitungan hari.
Sejumlah fasilitas penting yang dijanjikan pemerintah pusat seperti kasur, meja, kursi, lemari, papan tulis, hingga perlengkapan belajar lainnya belum tiba di lokasi.
Sementara itu, fasilitas yang tersedia di area BPVP saat ini masih berupa sarana bawaan lama yang dirancang untuk pelatihan vokasi, bukan kegiatan pendidikan formal.
Empat Gedung Dipinjamkan, Tapi Banyak yang Masih Perlu Banyak Mebeler dan Penyesuaian
Terdapat empat gedung yang dipinjamkan BPVP untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Gedung pertama akan difungsikan sebagai asrama.

Bangunan dua lantai bercat abu-abu itu memiliki 30 kamar 15 di lantai bawah dan 15 di lantai atas yang dirancang menampung 100 siswa, masing-masing kamar diisi enam orang dengan ranjang bertingkat.
Setiap kamar sudah dilengkapi pendingin AC ruangan, namun belum tersedia kasur karena barang pengadaan dari Kementerian Sosial belum datang.
Toilet tersedia empat unit, masing-masing dua di setiap lantai.
Gedung kedua, yang berjarak sekitar 500 meter dari asrama dengan akses jalan sedikit menanjak, akan digunakan sebagai ruang belajar.
Gedung itu terdiri atas delapan ruangan, empat ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, satu ruang guru, satu laboratorium bahasa, dan satu laboratorium fisika.

Meja dan papan tulis tersedia, namun masih memanfaatkan inventaris milik BPVP.
Ruangan-ruangan tampak berdebu karena lama tidak digunakan, dan hingga kini belum terlihat aktivitas renovasi dari Dinas PUPR Kaltim.
Lab bahasa diklaim siap digunakan, sedangkan lab fisika belum memiliki alat sama sekali.
Gedung ketiga akan digunakan sebagai ruang makan, berkapasitas 280 siswa.

Meja, kursi, dan pencahayaan sudah tersedia, namun dapur bersih dan dapur kotor di dalamnya masih memerlukan perbaikan ringan.
Selain itu, tersedia masjid dua lantai untuk ibadah, gedung aula serbaguna untuk pertemuan, serta lapangan upacara dan lapangan olahraga.
BPVP juga menyediakan fasilitas tambahan seperti lapangan upacara, lapangan olahraga, klinik kesehatan serta laboratorium komputer.
Pernyataan Kasubag BPVP: Kami Hanya Siapkan Gedung, Perlengkapan Belum Ada
Kepala Sub Bagian Umum BPVP Kaltim Kukuh Eko Suhartanto membenarkan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi gedung dan sarana dasar.
“Asrama kami bisa menampung hingga 89 siswa, dengan 30 kamar. Ruang makan juga cukup untuk 280 orang. Dapur sudah ada, tapi perlengkapan seperti tempat tidur, alat makan, dan mebel masih kosong,” ujarnya saat dihubungi wartawan Arusbawah.co, Rabu (9/7/2025).
Menurut Kukuh, meski gedung secara fisik siap digunakan, banyak penyesuaian diperlukan karena standar BPVP dirancang untuk pelatihan vokasional, bukan sekolah reguler.
Ia juga mengaku belum tahu pasti kapan perlengkapan dari pusat atau Dinas PUPR akan tiba.
“PU sudah survei, tapi kami belum tahu kapan vendor datang. Kami hanya bisa menunggu,” pungkasnya.
(wan)
- Bulan Depan Launching, Pemprov Kaltim Baru Mau Kirim Usul untuk Sekolah Rakyat, Darlis: Lambat
- Sekolah Rakyat di Samarinda Dimulai Awal Juli 2025, Tapi Sudah Ada Calon Siswa Menolak! Kadisdik: Ini kan Aneh
- Mensos Gus Ipul: Biaya Sekolah Rakyat Capai Rp 48 Juta per Siswa per Tahun, Total Anggaran Rp 2,3 Triliun





