Namun, ia menekankan bahwa kritiknya kini akan lebih terarah.
"Dulu kan hajar buta, sekarang lebih sistematis. Bukan berarti enggak boleh dikritik, masyarakat tetap boleh menyampaikan aspirasi, biar kita sama-sama cari solusi," tambahnya.
Giaz menegaskan bahwa dirinya tidak akan berubah setelah menjadi anggota dewan.
"Insyaallah, bismillah. Harus tetap turun ke jalan," ujarnya.
Bahkan, ia bercanda bahwa masyarakat masih bisa melihatnya naik motor Beat untuk memantau kondisi di lapangan.
Ia juga mengaku kini menerima banyak laporan langsung dari masyarakat.
"Sekarang ada yang DM. Ada yang ngadu tiang listrik mau roboh ke rumahnya, ya saya langsung telepon kepala PLN. Sekarang lebih enak, bisa langsung minta tolong," katanya.
Bagi Giaz, menjadi dewan bukan sekadar duduk di kantor.
"Kalau ada laporan, harus langsung tanggap. Jangan cuma diam, karena masyarakat butuh tindakan, bukan sekadar janji," tegasnya.
Saat ditanya mengenai posisinya di DPRD, Giaz mengaku sebenarnya lebih cocok di Komisi III yang membidangi infrastruktur.
Namun, ia saat ini masih mengikuti penempatan dari senior di partainya.
Tag



