Arus Daerah

Festival Erau Kukar

Erau 2025 Sudah Dibuka! Ini 5 Festival Serupa di Luar Negeri, Sama-Sama 'Main' Air

5 Festival Mirip Erau di Luar Negeri

Selasa, 23 September 2025 20:54

ERAU - Tradisi Belimbur dalam Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura (Foto: Youtube Kabupaten Kutai Kartanegara)

Keesokan harinya, saat Rangwali Holi, jalanan dan alun-alun dipenuhi warna-warni gulal (bubuk pewarna) yang beterbangan.

Orang-orang saling mengoleskan bubuk cerah ke wajah dan pakaian, menyemprotkan air berwarna dengan balon atau pistol air, lalu tertawa lepas dalam suasana penuh persaudaraan. 

Holi pun menjadi bukan sekadar festival, melainkan perayaan kebersamaan dan cinta kasih yang menyatukan semua kalangan.

5. Bon Om Touk atau Cambonian Water Festival (Kamboja)

Bon Om Touk atau Cambonian Water Festival (Foto: Dok. Tevoa)

Cambodian Water Festival atau Bon Om Touk biasanya berlangsung pada bulan November sebagai salah satu perayaan terbesar sekaligus paling meriah di Kamboja.

Hampir seluruh kota dan desa ikut ambil bagian dengan menghias perahu serta menggelar lomba balap di sungai.

Festival ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga momen penting yang menandai perubahan arus Sungai Mekong dan Sungai Tonle Sap.

Saat musim hujan, air dari Mekong mengalir deras menuju Danau Tonle Sap, membuat wilayah sekitar melimpah ikan dan tanahnya semakin subur.

Bon Om Touk sekaligus menjadi penanda berakhirnya musim hujan dan tibanya musim dingin di Kamboja.

Tak hanya punya makna alamiah, festival ini juga sarat nilai sejarah.

Sejak era Kekaisaran Angkor, masyarakat Khmer sudah menggelar lomba perahu sebagai bagian dari tradisi.

Bagi para raja, ajang ini bukan hanya hiburan, melainkan juga cara untuk menilai kemampuan prajurit angkatan laut dalam latihan sekaligus strategi bertempur.

Penutup

Itulah beberapa tradisi serupa Erau yang ada di berbagai negara.

Dari Erau di Kutai hingga Songkran di Thailand, dari Thingyan di Myanmar hingga Holi di India, setiap festival air ternyata punya napas yang sama, yakni untuk merayakan kehidupan, membersihkan diri, sekaligus mempererat kebersamaan.

Perbedaan bentuk perayaan justru memperkaya warna warisan budaya dunia, menunjukkan bahwa tradisi bisa jadi jembatan lintas bangsa.

Melalui festival-festival ini, kita diajak melihat bahwa air bukan sekadar unsur alam, melainkan juga simbol kesucian, keberkahan, dan harapan baru bagi manusia.

(apr)

Tag

MORE