“Saya melihat masih banyak RT yang tidak visioner Ini bahaya. Anda tidak visioner dikasih duit suka-suka, nanti hal yang tidak perlu dilakukan akhirnya tidak kelihatan dampaknya,” katanya
Poin berikutnya adalah integrasi program.
Ia menilai Probebaya harus selaras dengan program jangka menengah pemerintah kota serta masuk dalam dokumen perencanaan resmi.
“Kita integrasi dengan RPJMG dan program kota. Kita punya program jangka menengah, masukkan RKPD,” ucapnya.
Menurutnya, tanpa integrasi yang jelas, program berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak mendukung arah pembangunan kota secara menyeluruh.
Pengawasan dan Pengurangan Ketimpangan Wilayah
Iswandi juga menekankan pentingnya perbaikan sistem pengawasan.
Ia menyebut kontrol tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Sistem pengawasan harus diperbaiki, termasuk warga harus mengawasi kelurahan juga,” tambahnya.
Poin terakhir yang ia soroti adalah fokus pada pengurangan ketimpangan antar wilayah.
Ia menilai pendekatan pembangunan tidak bisa dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap kawasan
“Fokus pengurangan ketimpangan antar wilayah.
Makanya saya katakan tadi harus kita klaster-klaster, jangan asal-asal saja,” jelasnya.
Ia mencontohkan pentingnya pemetaan wilayah sebelum pengalokasian anggaran dilakukan.
Tag



