Arus Publik

ARUS DATA

Elektrifikasi Kaltim 2025 Tembus 96 Persen, Tapi 52 Ribu KK Masih Gelap Listrik

Kamis, 28 Mei 2026 18:14

ILUSTRASI - Berdasarkan Data Energi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016–2025, tingkat elektrifikasi daerah ini telah mencapai 96,17 persen, menandakan hampir seluruh rumah tangga sudah menikmati akses listrik. Namun di balik capaian tersebut, masih tersisa persoalan klasik yang belum tuntas: sekita

ARUSBAWAH.COKalimantan Timur (Kaltim) pada 2025 mencatat capaian besar dalam sektor energi.

Berdasarkan Data Energi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016–2025, tingkat elektrifikasi daerah ini telah mencapai 96,17 persen, menandakan hampir seluruh rumah tangga sudah menikmati akses listrik.

Namun di balik capaian tersebut, masih tersisa persoalan klasik yang belum tuntas: sekitar 52.017 kepala keluarga (KK) masih belum tersambung listrik.

Elektrifikasi Kaltim Hampir Tuntas, Tembus 1,3 Juta KK Teraliri

Data terbaru menunjukkan struktur kelistrikan rumah tangga di Kaltim terbagi sebagai berikut:

  • Pengguna listrik PLN: 1.244.045 KK
  • Non-PLN (mandiri/off-grid): 62.559 KK
  • Belum berlistrik: 52.017 KK

Jika digabungkan, total rumah tangga yang sudah menikmati listrik mencapai sekitar 1.306.604 KK dari total 1.358.621 KK.

Angka ini menegaskan bahwa Kaltim sudah masuk fase near universal electrification atau hampir seluruh wilayah telah terjangkau listrik.

Rasio 96,17 Persen: Dekat Sempurna, Tapi Belum Selesai

Dengan rasio elektrifikasi 96,17 persen, Kaltim secara umum sudah berada di atas rata-rata banyak daerah di Indonesia.

Namun angka ini juga memperlihatkan satu hal penting: gap terakhir sekitar 4 persen masih tersisa dan cenderung lebih sulit ditangani dibanding fase awal elektrifikasi.

Masalahnya kini bukan lagi soal pembangunan jaringan secara massal, melainkan penyelesaian titik-titik terakhir yang secara geografis dan ekonomi lebih menantang.

 

52 Ribu KK Belum Listrik: Tantangan “Last Mile” Energi

Kelompok 52.017 KK yang belum berlistrik menjadi sorotan utama dalam peta energi Kaltim 2025.

Secara karakteristik, wilayah yang belum terjangkau listrik umumnya berada di:

  • Daerah pedalaman dan hulu sungai
  • Permukiman terpencil dengan akses infrastruktur terbatas
  • Kawasan dengan biaya pembangunan jaringan listrik yang tinggi

Kondisi ini membuat elektrifikasi tidak lagi sekadar persoalan kapasitas listrik, tetapi sudah masuk ke ranah distribusi dan keterjangkauan wilayah ekstrem.

Dalam konteks ini, tantangan yang dihadapi bukan kekurangan energi, melainkan biaya dan kompleksitas memperluas jaringan ke lokasi terakhir (last-mile electrification).

Kebutuhan Energi: Relatif Kecil, Tapi Dampaknya Besar

Jika dihitung secara estimasi, 52.017 KK yang belum berlistrik diperkirakan membutuhkan:

  • 7,8 – 13 juta kWh per bulan, atau
  • sekitar 0,26 – 0,43 GWh per hari

Secara sistem kelistrikan regional, angka ini relatif kecil dibanding kapasitas pembangkit yang ada di Kalimantan.

Namun secara sosial, dampaknya sangat besar karena menyangkut akses dasar masyarakat terhadap layanan listrik. (pra)

 

Tag

MORE