Dengan rasio elektrifikasi 96,17 persen, Kaltim secara umum sudah berada di atas rata-rata banyak daerah di Indonesia.
Namun angka ini juga memperlihatkan satu hal penting: gap terakhir sekitar 4 persen masih tersisa dan cenderung lebih sulit ditangani dibanding fase awal elektrifikasi.
Masalahnya kini bukan lagi soal pembangunan jaringan secara massal, melainkan penyelesaian titik-titik terakhir yang secara geografis dan ekonomi lebih menantang.
Baca juga:
52 Ribu KK Belum Listrik: Tantangan “Last Mile” Energi
Kelompok 52.017 KK yang belum berlistrik menjadi sorotan utama dalam peta energi Kaltim 2025.
Secara karakteristik, wilayah yang belum terjangkau listrik umumnya berada di:
- Daerah pedalaman dan hulu sungai
- Permukiman terpencil dengan akses infrastruktur terbatas
- Kawasan dengan biaya pembangunan jaringan listrik yang tinggi




