ARUSBAWAH.CO - Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengimbau masyarakat agar tidak terlalu panik menanggapi kabar temuan kasus Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).
Diketahui, RSUD AWS Samarinda saat ini menangani dua pasien yang hasil tes antigennya menunjukkan hasil positif Covid-19.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sampel kedua pasien itu dikirim ke laboratorium rujukan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan diuji menggunakan metode PCR.
Selain pemeriksaan PCR, dilakukan pula pelacakan terhadap kemungkinan varian baru, seperti subvarian Omicron Pirola (BA.2.86.2). Saat ini, belum terdapat konfirmasi apakah pasien terinfeksi varian tersebut.
"Jangan sampai lah ada Covid-19 lagi. Kita sama-sama berdoa. Saya kira jangan terlalu parno juga lah soal Covid-19 ini," ucapnya di Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, pada Selasa (10/6).
Pada momen itu, Ekti menceritakan pengalamannya sebagai penyintas Covid-19 yang nyaris merenggut nyawanya.
Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak panik secara berlebihan, namun tetap waspada menghadapi situasi ini.
"Saya korban Covid-19 dulu. Hampir lewat. Kita percaya barang itu ada, tapi kita juga percaya pemerintah pastinya sudah ada persiapan, apalagi kita yang sudah vaksin sampai tiga kali booster segala macam," jelasnya.
Meski telah menerima vaksin, ia tetap mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan.
Jika merasa tidak enak badan, ia menyebutkan bahwa memakai masker adalah tindakan yang bijak.
"Kondisi tubuh itu dijaga, kalau bersin-bersin ya langsung pakai masker lah. Enggak perlu disuruh lagi," katanya.
Ekti juga membagikan kebiasaan yang ia terapkan saat berada di dalam mobil, khususnya ketika bepergian bersama sopir dan ajudannya.
"Saya biasa di mobil, saya bilang sama sopir dan ADC, kita bertiga bahkan bisa berempat dalam mobil. Kalau ada yang kurang enak badan, pakai masker lah," jelasnya.
Ekti menegaskan bahwa disiplin menjalankan protokol kesehatan di ruang terbatas seperti mobil dapat menjadi langkah pencegahan penularan.
Ia berharap warga tidak lengah dan terus memperhatikan kesehatan masing-masing.
"Tetap jaga kesehatan agar tidak terjangkit," terangnya. (adv)




