ARUSBAWAH.CO - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan komitmen pemerintah provinsi (Pemprov) untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan eks Pusat Kesehatan Ibu dan Bayi (Puskib) di Balikpapan agar tidak lagi menjadi aset terbengkalai.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan Tahun 2026 di auditorium Balai Kota, Kamis (2/4).
Dalam forum tersebut, Seno mengakui bahwa hingga saat ini lahan eks Puskib memang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pemprov, kata dia, tengah menyusun berbagai opsi perencanaan agar kawasan tersebut bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kaltim.
“Kita coba buat perencanaan supaya bisa menjadi PAD kita yang baru,” ujarnya.
Opsi Apartemen dan Mal Masih Terkendala RTRW
Salah satu rencana yang sempat muncul adalah mengembangkan kawasan tersebut menjadi apartemen dan pusat perbelanjaan.
Namun, rencana itu belum bisa langsung direalisasikan karena masih harus menyesuaikan dengan sejumlah ketentuan, terutama terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Kita sempat rencanakan jadi apartemen dan mal. Tapi ternyata ada beberapa hal yang harus dipenuhi, terutama RTRW-nya. Jadi nanti kita diskusikan lagi apa yang paling tepat untuk dikembangkan,” katanya.
Menurut Seno, pemerintah tidak ingin lahan strategis itu terus dibiarkan menjadi lahan tidur.
Ia menekankan pentingnya menjadikan aset daerah sebagai sumber ekonomi yang produktif dan berdaya guna.
Tag



