Advertorial

DPRD Samarinda

Dukungan Infrastruktur Dinanti, Warga Pampang Terus Hidupkan Budaya Dayak

Jumat, 27 Juni 2025 16:21

Foto: Desa Pampang (ArusBawah.co)

ARUSBAWAH.CO -  Semangat warga adat di Desa Budaya Pampang untuk melestarikan seni dan budaya Dayak tak pernah surut.

Dukungan pun terus mengalir, seiring harapan agar pembangunan infrastruktur dari pemerintah mampu memperkuat kesiapan desa ini dalam menyambut arus wisatawan yang makin meningkat.

Lamin atau rumah adat yang menjadi pusat kegiatan budaya rutin dipadati pengunjung.

Antusiasme tinggi ini menjadi sinyal positif, namun sayangnya daya tampung ruang pertunjukan kerap kali tak memadai, membuat sebagian pengunjung merasa kurang nyaman saat menikmati atraksi budaya.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyampaikan bahwa kapasitas lamin yang terbatas sudah lama menjadi perhatian.

“Penambahan satu bangunan baru sangat diperlukan agar pertunjukan bisa berlangsung lebih leluasa dan nyaman,” ucapnya.

Ia menilai warga Pampang telah menunjukkan komitmen kuat dalam merawat kearifan lokal.

Maka sudah sepatutnya usaha mereka mendapat dukungan berupa fasilitas yang layak dan sesuai dengan kebutuhan.

“Gedung-gedung adat, dekorasi, hingga fasilitas lain perlu ditingkatkan agar masyarakat bisa lebih optimal dalam menjalankan aktivitas budaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Viktor menekankan bahwa pembangunan tak hanya soal memperbaiki jalan masuk ke desa.

Pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan aula adat dan sarana pendukung lainnya sebagai bagian integral dari pengembangan kawasan budaya.

“Kalau ingin Pampang benar-benar menjadi magnet wisata budaya, tentu fasilitasnya juga harus memadai,” tambahnya.

Ia menyambut baik adanya rencana peningkatan infrastruktur pada 2026 mendatang, namun mengingatkan bahwa pembangunan harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya setempat.

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat adat adalah kunci agar pembangunan berdampak langsung pada pelestarian budaya.

“Kalau masyarakat diberi ruang dan peran lebih besar, pertunjukan dan ekspresi budaya bisa berkembang lebih pesat. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi tentang merawat jati diri kita,” tandasnya. (adv)

Tag

MORE