ARUSBAWAH.CO - Imbauan Presiden Prabowo Subianto soal penghematan bahan bakar minyak (BBM) mulai direspons serius di daerah.
Dua wilayah di Kalimantan Barat, yakni Singkawang dan Bengkayang, langsung bergerak.
Pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM sekaligus mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.
Selain menjaga ketersediaan energi, pemerintah juga ingin memastikan distribusi BBM tetap merata dan tidak memicu gejolak di lapangan.
Bengkayang Batasi Pembelian, Motor Maksimal 3–5 Liter
Pemerintah Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu yang paling tegas.
Melalui surat edaran resmi, Bupati Sebastianus Darwis menetapkan batas maksimal pembelian BBM jenis Pertalite di SPBU.
Aturannya cukup rinci:
- Motor di bawah 125 cc: maksimal 3 liter per hari
- Motor di atas 125 cc: maksimal 5 liter per hari
- Mobil: maksimal 30 liter per hari
Tak hanya itu, pembelian menggunakan jerigen juga diperketat.
Warga wajib mengantongi surat rekomendasi dari instansi terkait sebelum bisa membeli BBM dalam jumlah besar.
Sebagai langkah tambahan, jam operasional SPBU juga disesuaikan.
Penutupan sementara diberlakukan pada pukul 00.00 WIB untuk mengontrol distribusi agar tetap terkendali.
“Pengaturan ini untuk memastikan seluruh masyarakat tetap bisa mengakses BBM secara adil dan merata,” tegas Sebastianus.
Singkawang: Stok Aman, Antrean Dipicu Panic Buying
Sementara itu di Singkawang, pemerintah memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman.
Wali Kota Tjhai Chui Mie menyebut distribusi dari Pertamina berjalan normal tanpa gangguan.
Namun, antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU disebut bukan karena kelangkaan, melainkan efek kepanikan masyarakat.
“Antrean terjadi karena panic buying. Secara pasokan, tidak ada masalah,” ujarnya.
Ancaman Sanksi untuk Penimbun dan SPBU Nakal
Pemerintah Kota Singkawang juga tidak tinggal diam menghadapi potensi penyalahgunaan.
Tjhai Chui Mie memberi peringatan keras bagi oknum yang mencoba menimbun BBM atau membeli berulang kali untuk dijual kembali.
Termasuk praktik penggunaan jerigen tanpa izin.
Ia menegaskan, seluruh aktivitas di SPBU terpantau melalui CCTV.
“Kalau kedapatan melanggar, sanksi berat akan diberikan, baik kepada pelaku maupun SPBU yang melayani,” tegasnya.
Pesan Utama: Tenang, BBM Tidak Langka
Baik Pemkot Singkawang maupun Pemkab Bengkayang sepakat pada satu hal: masyarakat diminta tetap tenang.
Pemerintah memastikan stok BBM tersedia dan distribusi akan terus diawasi agar tetap lancar serta tepat sasaran.
Imbauan ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk meredam lonjakan konsumsi, menjaga stabilitas, dan mencegah antrean panjang di SPBU.
Di tengah situasi sensitif seperti ini, satu hal yang jadi kunci: bukan soal ada atau tidaknya BBM—tapi bagaimana masyarakat menggunakannya secara bijak. (pra)
- Terungkap di Penindakan Dishub Samarinda: Kontainer Parkir Liar di TPK Palaran Sebagian Besar Tanpa Nomor
- Perkuat Ekonomi Hijau, Kukar Gandeng Solidaridad Dorong Petani Sawit, Kopi, dan Kakao Naik Kelas
- Catat Sekarang! Daftar Nomor Darurat dan Layanan Publik Penting di Samarinda
- Mau Kuliah di Samarinda? Ini 20 Kampus Favorit Lengkap dari PTN hingga PTS




